KENDAL – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meresmikan operasional pabrik ketiga PT Maxindo Karya Anugerah Tbk, di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kamis (9/7/2026). Kehadiran pabrik tersebut diharapkan semakin memperkuat iklim investasi, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Apresiasi disampaikan bupati, atas kepercayaan PT Maxindo Karya Anugerah Tbk yang memilih Kabupaten Kendal sebagai lokasi pengembangan investasinya. Menurutnya, keberadaan pabrik tersebut bukan hanya menghadirkan investasi dari sisi modal dan teknologi, tetapi juga membawa harapan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendukung dan berkomitmen memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan, yang akan berinvestasi di Kabupaten Kendal,” ujar bupati, yang akrab disapa Mbak Tika.
Lebih lanjut, Tika menilai keputusan PT Maxindo Karya Anugerah Tbk mendirikan pabrik di wilayah Kaliwungu, merupakan langkah yang tepat. Selain memiliki lokasi yang strategis, kawasan tersebut juga didukung berbagai fasilitas yang terintegrasi, sehingga mampu menunjang pertumbuhan industri.
Disampaikan, Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah penyangga perekonomian di Jawa Tengah, yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan letak geografis yang strategis, serta kondisi daerah yang aman dan kondusif, Kendal menjadi wilayah yang proinvestasi. Keberadaan Kawasan Industri Kendal juga dinilai menjadi salah satu faktor utama, yang mendorong masuknya berbagai investasi ke daerah.
Dia berharap, operasional pabrik PT Maxindo Karya Anugerah Tbk dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan ekonomi lokal, peningkatan aktivitas industri, serta pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Kabupaten Kendal.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Maxindo Karya Anugerah Tbk, Sarkoro Handajani menjelaskan, pabrik ketiga yang berlokasi di Kawasan Industri Kendal tersebut memproduksi makanan ringan premium, berbahan dasar umbi-umbian tropis Indonesia, seperti singkong, ubi merah, ubi ungu, dan talas.
Dia menyebutkan, seluruh bahan baku diperoleh dari hasil pertanian Indonesia, sebagai bentuk dukungan terhadap pemanfaatan komoditas lokal.
“Untuk kebutuhannya sendiri, sehari kurang lebih itu 100 ton, untuk pengambilan bahan bakunya itu tersebar dibeberapa wilayah Jawa Tengah, di antaranya Kaliwungu dan Boja,” ungkap Sarkoro.
Sarkoro menuturkan, PT Maxindo Karya Anugerah Tbk telah hadir di Indonesia sejak 1977. Berawal sebagai industri makanan ringan rumahan di Bogor, Jawa Barat, perusahaan kini berkembang menjadi salah satu produsen makanan ringan sehat, yang berorientasi ekspor dan telah memasarkan produknya ke lebih dari 27 negara.
Melalui pabrik ketiganya di Kendal, pihaknya kini mulai memperluas fokus pemasaran dengan membidik pasar domestik, tanpa mengurangi komitmennya dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Penulis: Diskominfo Kendal/Heri
Editor: Di, Diskomdigi Jateng


