SRAGEN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan sinergi kuat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sragen, Suroto, saat meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padas Gondang, di Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Rabu (29/4/2026).
Suroto yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sragen menegaskan, tugas Satgas tidak hanya memastikan program berjalan sesuai rencana, tetapi juga membangun koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan.
“Tugas Satgas MBG tidak hanya memastikan program berjalan sesuai rencana, tetapi juga membangun koordinasi dan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari yayasan, mitra, sekolah, hingga relawan,” jelasnya.
Ditambahkan, operasional MBG memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk dari unsur keamanan dan kesehatan, seperti Polsek, Koramil, serta Puskesmas.
“Kami bertugas mempersatukan yayasan, mitra, pihak sekolah, dan relawan agar pelaksanaan program ini berjalan optimal,” ujarnya.
Suroto juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal dalam operasional SPPG. Kehadiran dapur MBG diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, sekaligus menggerakkan perekonomian di wilayah sekitar.
“Saya berharap ada pemberdayaan tenaga kerja dari lingkungan sekitar sehingga dapat membantu mengurangi angka pengangguran. Selain itu, pasokan bahan pangan untuk MBG juga diutamakan berasal dari wilayah sekitar SPPG, agar ekonomi masyarakat setempat ikut tumbuh,” jelas Suroto.
Sementara itu, perwakilan Mitra SPPG Padas Gondang, Joko Purwanto, menegaskan, program MBG bukan sekadar pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“MBG bukan sekadar program pemberian makan, tetapi komitmen bersama untuk memperbaiki gizi anak, mengurangi angka stunting, dan membangun sumber daya manusia unggul sejak dini,” ungkapnya.
Joko memastikan seluruh makanan yang diproduksi mengutamakan kualitas, higienitas, serta nilai gizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang segar.
“Kami berkomitmen menjamin kualitas dan higienitas makanan dengan menggunakan bahan pangan lokal yang segar, bergizi seimbang, serta diolah sesuai standar keamanan pangan yang tinggi,” ujarnya.
Selain itu, operasional SPPG Padas Gondang juga melibatkan masyarakat sekitar dan UMKM lokal, baik sebagai tenaga kerja maupun pemasok bahan baku, sehingga memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi warga setempat.
SPPG Padas Gondang akan melayani sebanyak 1.770 penerima manfaat, yang didistribusikan ke empat titik, yakni SMA Negeri 1 Gondang, SMP Negeri 1 Gondang, PAUD, dan TK Pertiwi Gondang.
Penulis: Kufita/Yuli DiskominfoSragen
Editor: WH/DiskomdigiJtg
