Dikutip dari akun instagram @pemkabwonogiri ,
KLARIFIKASI INFORMASI
TENTANG VIDEO HOAX/DISINFORMASI “TORNADO WONOGIRI”
Sehubungan dengan beredarnya konten video di media sosial (YouTube) dengan judul yang memuat narasi “JATENG BERDUKA 6/12/2025… TORNADO WONOGIRI”, BPBD Kabupaten Wonogiri perlu menyampaikan KLARIFIKASI DAN PELURUSAN FAKTA sebagai berikut:
1. KOREKSI WAKTU KEJADIAN (TANGGAL)
Informasi pada judul video yang menyebutkan tanggal 6/12/2025 adalah TIDAK BENAR/MENYESATKAN.
Fakta: Kejadian sebenarnya terjadi pada Kamis, 4 Desember 2025 pukul 11.00 WIB.
Video tersebut diunggah di kemudian hari dengan judul tanggal saat diunggah, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah terjadi bencana susulan atau kejadian baru pada tanggal 6 Desember. Narasi dalam video juga sempat salah menyebutkan bulan (tersebut November, seharusnya Desember).
2. KLARIFIKASI JENIS BENCANA (BUKAN TORNADO)
Penggunaan istilah “TORNADO” dalam judul dan narasi video adalah HIPERBOLA (MELEBIH-LEBIHKAN).
Fakta: Berdasarkan analisa lapangan, fenomena yang terjadi adalah Hujan Intensitas Tinggi disertai Angin Kencang.
Penggunaan istilah “Tornado” secara sembarangan tidak sesuai dengan terminologi meteorologi di Indonesia dan berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
3. STATUS PENANGANAN
Video tersebut menampilkan kepanikan awal saat kejadian, namun tidak menyertakan pembaruan (update) penanganan terkini.
Fakta: Situasi di lokasi terdampak (Kec. Ngadirojo dan Kec. Wonogiri) SUDAH TERKONDISIKAN sejak tanggal 4 Desember 2025 sore hari.
Pohon tumbang (termasuk yang menimpa jalan dan baliho BLK) sudah dievakuasi oleh Tim Gabungan (B PBD, TNI, POLRI, Relawan, dan Warga). Akses jalan sudah normal kembali.
4. HIMBAUAN KEPADA MASYARAKAT
Masyarakat dimohon untuk TIDAK MENYEBARLUASKAN KEMBALI video dengan narasi yang salah tersebut agar tidak memicu keresahan.
Pastikan rujukan informasi kebencanaan hanya berasal dari kanal resmi Pemerintah Kabupaten Wonogiri atau BPBD Kabupaten Wonogiri.
Demikian klarifikasi ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian dan dapat dipahami oleh seluruh masyarakat.
Wonogiri, 7 Desember 2025.
