KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tengah merumuskan strategi lintas sektoral untuk memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan pada tahun 2026. Langkah ini ditempuh guna mendorong penurunan angka kemiskinan yang lebih signifikan di tahun mendatang.
Dalam Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Klaten yang digelar di Pendapa Kabupaten Klaten, Kamis (27/11/2025), Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto menyampaikan, angka kemiskinan di daerahnya terus turun dari tahun ke tahun. Meski demikian, peningkatan efektivitas penanganan tetap diperlukan.
“Strategi penanganan kemiskinan di Kabupaten Klaten yang berbasis pada upaya menurunkan beban pengeluaran masyarakat miskin, pemberdayaan, dan peningkatan produktivitas, berhasil menurunkan persentase kemiskinan 2025 menjadi 11,00 persen. Capaian ini tertinggi pascapandemi Covid-19,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Saat ini terdapat 81 desa dari total 441 desa/kelurahan di Klaten yang masuk dalam prioritas penanggulangan kemiskinan.
“Beberapa Dinas programnya sudah kita sinergikan agar programnya bisa sama-sama ditautkan. Terdapat desa-desa yang memang membutuhkan intervensi lebih dan dapat kita sinergikan ke sana. Tidak hanya Dinas, dari Baznas memberikan bantuan dan kita lokuskan ke desa-desa prioritas ini. Demikian juga dengan program-program sosial lainnya,” terangnya.
Wabup menekankan strategi tersebut perlu didukungan dengan pendataan yang tersentral dan selalu diperbarui dalam jangka waktu tertentu. Hal ini perlu dilakukan agar kebijakan yang telah digulirkan dapat terukur dan langkah penanggulangan kemiskinan dapat berjalan dengan optimal.
“Perlu ada data sentral yang bisa menjadi acuan bersama, dan data ini perlu selalu di-update, setidaknya per tiga bulan. Sehingga progress-nya dapat dilihat dan program penanggulangan kemiskinan dapat disesuai dengan kebutuhan di masing-masing desa,” ujarnya.
Penulis: ang/Kominfo-klt
Editor: WH/DiskominfoJtg

