
PURBALINGGA – Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE., B.Econ terjun langsung mensosialisasikan Aids ke dua pabrik rambut yang ada di Purbalingga Sabtu (2/12). Sosialisasi tersebut adalah rangkaian pecan Aids 27 November-2 Desember sebagai momentum peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember. Di tempat pertama PT Boyang industrial, Tiwi mengatakan acara tersebut dimaksudkan untuk memberi edukasi kepada masyarakat mengenai AIDS.
“Banyak orang yang belum mengerti tentang AIDS. Selain itu banyak dari masyarakat yang mengucilkan Orang Dengan HIV AIDS AIDS(ODHA) dan ini harus diedukasi agar masyarakat tidak menjauhi para penderita,” ujar Tiwi.
Sasaran sosialisasi di pabrik rambut karena pabrik tersebut tidak libur di hari sabtu dan jumlah karyawan yang mencapai ribuan dianggap akan efektif untuk memberikan penyuluhan Aids. Di PT Boyang sendiri jumlah karyawan/karyawati berjumlah 6000 yang terdiri dari beberapa bidang kerja. Dengan jumlah pekerja yang tidak sedikit tersebut langkah preventif atas penyebaran AIDS yang dilakukan Pemkab Purbalingga bersama dengan Dinas Kesebahatan Kabupaten dan KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) sangatlah bermanfaat.
Sebelumnya Tiwi menargetkan kepada beberapa Puskesmas yang ada di Purbalingga untuk melakukan screening khususnya Puskesmas kecamatan kota sebanyak 200 kali. Target tersebut telah terlampaui dan sudah mencapai 2.150 kali pemeriksaan laboratorium. Wakil Bupati merasa puas atas kinerja yang dilakukan pihak terkait khususnya dinas kesehatan yang telah memaksimalkan pecan Aids dengan metode jemput bola screening Aids.
“Kinerja pihak terkait harus diapresiasi karena mereka telah bekerja keras melakukan jemput bola deteksi dini kepada para warga untuk melakukan pemeriksaan,” kata Tiwi.
Tempat kedua yang mendapat sosialisasi adalah PT Tiga Putra Gemuruh Padamara. Jumlah karyawan/karyawati tak kalah banyak yaitu berjumlah 1700 orang. Heni Ruslanto, Ketua KPAD mengatakan selama ini warga takut untuk melakukan cek kesehatan khususnya AIDS. Padahal menurut Heni, orang yang terinfeksi virus HIV bisa saja terlihat sehat karena masa inkubasi virus HIV mencapai dua tahun. Jika sudah mencapai stadium kedua dari HIV maka akn sulit untuk dilakukan langkah-langkah medis.
“Masyarakat harus diedukasi menegnai AIDS. Bisa saja terlihat sehat namun sebenarnya terkena virus HIV yang selanjutnya akan menjadi AIDS. Masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan screening karena mencegah itu lebih baik,” kata Heni.
Lanjut Heni, ibu hamil pada trimester pertama harus melakukan cek dini terhadap AIDS. Hal itu diperlukan agar bayi yang ibunya terinfeksi virus HIV bisa tertolong. Dia menambahkan gejala AIDS muncul secara tiba-tiba seperti sariawan berkepanjangan, flu berkepanjangan serta daya tahan tubuh yang rentan.
“Jika sudah stadium lanjut, maka itu sudah AIDS. Sebenarnya orang yang terinfeksi HIV bisa mengonsumsi obat seumur hidup agar virus HIV ‘tidur’. Masyarakat tidak perlu takut cek lab dan mereka harus punya slogan SAYA BERANI SAYA SEHAT,” pungkas Heni. (PI-8,DN).
ket foto:Wabup membagikan liflet dan sosialisasi AIDS
