Usung Mangut Kembung, Jateng Juara III Lomba Masak Ikan Tingkat Nasional

  • 21 Nov
  • bidang ikp
  • No Comments

JAKARTA РProvinsi Jawa Tengah yang diwakili Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, menjadi Juara III Kategori Makanan Keluarga, Lomba Masak Ikan Tingkat Nasional. Penghargaan diserahkan  kepada Penjabat Ketua TP PKK Jateng Shinta Nana Sudjana, pada Peringatan Hari Ikan Nasional X 2023, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023).

Perwakilan Jawa Tengah menyuguhkan masakan keluarga Mangut Ikan Kembung Sambal Matah, yang mengedepankan kearifan lokal.

Alhamdulillah, Jawa Tengah, yang diwakili TP PKK Kab Sukoharjo meraih Juara III Lomba Masak Ikan Tingkat Nasional, kategori menu keluarga,” ujar Pj Ketua TP PKK Jateng Shinta Nana Sudjana, seusai menerima hadiah.

Dia berharap, penghargaan tersebut menjadi pemicu masyarakat, terutama para ibu, untuk lebih kreatif mengolah ikan, yang tinggi protein. Dengan begitu, konsumsi ikan masyarakat terus meningkat, khususnya pada anak-anak, agar kecerdasan anak meningkat, sekaligus mencegah stunting.

“Ayo budayakan makan ikan. Ikan untuk generasi emas,” imbau Shinta.

Pemenang lomba, Citra Dwi Wahyuni, dari Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, tak mengira masakannya bersama rekan satu tim, Widdhi Dharmayanti, dinobatkan menjadi terbaik ketiga. Tak hanya mengedepankan kearifan lokal, proses pengasapan yang dilakukan langsung di lokasi, dinilainya memberi poin lebih.

“Dari Jawa, mangut sudah familier. Tapi bagaimana tampilan ikan itu biar bisa naik kelas, dengan sambal matah di atasnya, lengkap dengan peyek kacang. Makanan ini disukai anak-anak karena dibuat tidak terlalu pedas,” beber Citra.

Dia mengajak para ibu untuk terus berkreasi mengolah ikan, karena nilai gizi ikan terhitung tinggi.

Nggak perlu susah-susah mikirin bumbu apa untuk masak ikan, pakai bumbu yang ada di rumah, itu bisa,” ujar Citra.

Hal senada juga disampaikan Widdhi Dharmayanti. Menurutnya, memasak ikan tidaklah sulit, tinggal kemauan untuk mengolah sesuai dengan selera.

“Sebenarnya memasak ikan itu nggak sulit, dan itu nilai gizinya juga sangat tinggi, untuk kecerdasan anak-anak kita. Jadi, dimasak apa pun, asal pakai hati, insyaalah enak,” ungkapnya.

Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, konsumsi makan ikan mesti terus digenjot, untuk memenuhi asupan gizi masyarakat. Apalagi, sebagai negara kepulauan, produksi ikan di Indonesia sangat banyak, dengan berbagai jenis.

Namun sayangnya, imbuh Sakti, cara pengambilan ikan tidak teratur, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem dan populasi ikan.

“Kita harus menyelamatkan ikan, menjaga populasi ikan, untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.

Untuk itu, Menlutkan memiliki lima program. Yakni, pertama, menjadikan laut sebagai ruang konsevasi, mengingat laut bisa menjadi tempat pemijahan, produksi oksigen, serta.serapan carbon. Kedua, dalam aspek penangkapan, dengan menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023, yang intinya mendorong penangkapan ikan dengan cara-cara yang beradab.

Ketiga, dia mendorong Indonesia menjadi champion, dalam budidaya perikanan darat, pesisir dan laut. Keempat, meningkatkan pengawasan dan penjagaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Dan yang terakhir, saya mengajak nelayan untuk membersihkan sampah di laut,” tandas Sakti, didampingi Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistio. (Ul, Diskominfo Jateng)

 

 

Berita Terkait