Tinggalkan “Wani Pira”, Tonjolkan “Bisa Apa”

  • 17 Sep
  • Prov Jateng
  • No Comments

Semarang РJabatan strategis yang kosong dalam pemerintahan, kerapkali menjadi incaran para ASN. Karena banyak yang mengincar, maka berpotensi untuk jual beli jabatan. Namun, di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jual beli jabatan tak berlaku lagi. 

Saat membuka Seminar dan Call For Paper di Kampus Untag, Sabtu (16/), Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi menyampaikan, pihaknya bersama Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP melakukan perubahan dalam pengisian jabatan melalui promosi terbuka bagi pejabat eselon I dan II, serta talent scouting bagi eselon III dan IV. Semuanya diumumkan secara terbuka melalui website. Mulai dari perekrutan hingga hasil akhirnya.

Promosi terbuka diharapkan Heru memunculkan budaya baru dalam berkompetisi untuk meraih jabatan strategis, yakni, kebiasaan bersaing sehat. Dengan demikian, akan tumbuh kompetisi yang fair, sehat serta objektif.

“Harapannya tidak ada lagi ungkapan ‘wani pira‘ yang dulu sering kita dengar. Jabatan lowong kok terus ungkapannya wani pira, berani berapa. Ungkapan yang ingin kita tonjolkan adalah ‘bisa apa‘. Kamu bisa apa, seberapa kemampuanmu, dan kesanggupanmu,” jelas mantan Sekda Kudus itu.

Promosi terbuka dan talent scouting, imbuh Heru, juga membuka kesempatan yang lebih besar kepada ASN yang memiliki knowledge, skill, sikap dan karakternya baik, tapi selama ini belum mendapat kesempatan. Upaya perbaikan sistem pengisian jabatan yang dilakukan Pemprov Jateng itu, demi meningkatkan kapasitas, baik leadership maupun manajemen. Sehingga, pejabat yang didapatkan bukan hanya profesional, tapi juga the right man on the right place.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Berita Terkait