Tak Ada Alasan Jadikan Agama Alat Permusuhan

  • 15 Jun
  • Prov Jateng
  • No Comments

Slawi – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengajak semua masyarakat menghilangkan sifat sombong dan takabur demi keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan ada saling mencela agama orang lain, karena semua agama mengajarkan kebaikan dan perdamaian.

“Kita harus yakin bahwa agama kita benar. Tapi jangan menjelek-jelekan ¬†agama orang lain, tidak menyakiti orang, jangan sombong dan kasar. Karena sifat sombong dan takabur adalah hanya milik Allah,” ujar Gatot saat memberi sambutan pada Safari Ramadan di Markas Brigis 4 Dewa Ratna, Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (14/6) malam.

Hadir dalam acara tersebut ulama kharismatik asal Pekalongan Habib Luthfi bin Yahya, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Tatang Sulaiman, Bupati Tegal Enthus Susmono, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat.

Jenderal bintang empat yang lahir di Tegal pada 1960 itu mengatakan, setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Sehingga tidak ada alasan menjadikan agama sebagai alat permusuhan, perang antarsesama, dan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kegiatan buka puasa dilanjutkan salat tarawih bersama ribuan warga Slawi dan daerah sekitar itu, Gatot juga mengajak semua komponen masyarakat senantiasa berdoa pada waktu-waktu utama di bulan Ramadan. Terutama doa menjelang buka puasa dan saat makan sahur.

“Dalam konteks ini, mengingatkan bahwa doa yang tidak bisa ditolak dan akan dikabulkan oleh Allah adalah menjelang berbuka puasa dan makan sahur. Pada waktu tersebut banyak godaan, seperti nonton TV, ngabuburit, dan aktivitas lainnya,” bebernya.

Selain itu, sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo bahwa nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dalam konteks nasional akan dikonkretkan dengan penyelenggaraan doa bersama TNI dan masyarakat pada 17 Agustus 2017 pukul 17.00 di semua tempat.

Pelaksanaan doa bersama yang merupakan implementasi sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa tersebut, untuk umat Islam akan diisi dengan pembacaan Al Quran sampai khatam mulai pukul 17.00 hingga 18.00.

“Nanti kita berdoa bersama, dan inilah wujud Indonesia bahwa tentara, polisi, dan masyarakat bersatu. Semoga Allah meridhoi kita semua, kita memberikan pengabdian yang baik dan harta untuk NKRI yang kita cintai bersama,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot yang datang membawa rombongan besar, di antaranya Asisten Teritorial, Asisten Perencanaan, Denpom, dan Kapuspen TNI, juga menceritakan pengalaman kehidupan semasa kecil di Slawi. Safari Ramadan pada hari ke-19 tersebut baginya menjadi nostalgia atau mengenang kembali berbagai kenangan di daerah kelahiran.

“Saya bahagia sekali bisa datang ke sini. Terima kasih pada masyarakat, ulama yang menjaga, bersama TNI Polri menjaga bangsa ini tenteram dan damai,” pungkasnya.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Berita Terkait