Seks Sesama Lelaki Lebih Berisiko Tularkan HIV/AIDS

  • 23 Jul
  • Prov Jateng
  • No Comments

Cilacap – ┬áHubungan seks sesama lelaki lebih berisiko menularkan HIV/AIDS ketimbang hubungan dengan wanita pekerja seks (WPS). WPS hanya menyumbang lima persen penularan HIV/AIDS.

“Data yang kita terima kalau di lokalisasi justru tidak banyak yang terkena. Hanya lima persen. Sekarang ini justru laki-laki seks laki-laki (LSL),” ungkap Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS KPA Jawa Tengah Zaenal Arifin pada acara Pertemuan Sekretaris KPA se-Jateng di Pendapa Kabupaten Cilacap, Kamis (20/7).

Ditambahkan, dari penelusuran yang dilakukan KPA Jawa Tengah, didapati adanya satu hot spot salon yang member-nya sampai 1.000 dan pelanggannya kebanyakan anak-anak SMP. Fakta itu sangat memrihatinkan. Karenanya, pihaknya melakukan pendekatan dengan terjun ke lapangan langsung, untuk mengetahui secara persis bagaimana mereka melakukan operasinya.

“Teman-teman yang bertugas di lapangan, wajib membawa kondom. Dari situ diketahui, dengan biaya potong Rp 10.000, kapster mengatakan kalau berhubungan dengan perempuan bisa hamil. Dengan saya tidak. Ini bukan omong kosong. Ini nyata,” beber pria berusia 60 tahun itu.

Mengingat persebaran dan kasus HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan, KPA membentuk forum koordinasi KPA di tiap eks karesidenan. Tujuannya untuk saling bertukar informasi dan pengalaman mengingat mobilitas orang dengan HIV/AIDS (ODHA) luar biasa.

“Dalam forum koordinasi KPA itu, termasuk germo kita tampung, supaya ada kerja sama antar management resource-nya. Jadi misalnya ada perpindahan ‘anak-anaknya’ bisa diketahui perpindahannya ke mana. Itu sudah informasi,” jelas dia.

Di samping itu, terang Zaenal, KPA Jateng juga menginisiasi terbentuknya 2.500 desa peduli penanggulangan AIDS. Pihaknya menargetkan, seluruh desa di Jateng membentuk desa peduli penanggulangan AIDS. Mereka akan diberi pembekalan mengenai tugas-tugas yang mesti dilakukan dalam mendampingi masyarakat yang berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS. Adapula pembentukan komunitas dukungan sebaya di masing-masing kabupaten/ kota.

“Ini forum komunikasi di antara ODHA. Termasuk kalau mau mengambil arv bareng-bareng karena masih ada diskriminasi bagi ODHA di masyarakat,” ujar dia.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko mengatakan, HIV/AIDS merupakan persoalan serius lantaran berefek domino dan mendatanya pun tidak mudah. Sayangnya, pemberitaannya tidak segencar kasus narkoba atau terorisme.

“Berita HIV/AIDS kalah spektakuler dibanding narkoba dan terorisme. Sementara HIV/AIDS, yang terkena sembunyi-sembunyi. Jadi untuk mendata pun tidak mudah. Di samping itu, kompleksitasnya juga tidak mudah. Mulai dari mencegah supaya yang sehat tidak tertular, dari yang sudah tertular tidak menulari. Tidak mudah, tapi itu yang kita hadapi,” kata dia yang juga menjadi Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS Jateng itu.

Memberi pemahaman mengenai HIV/AIDS dari aspek preventif, promotif hingga kuratif, terlebih bagi masyarakat yang pendidikannya rendah, sangat tidak mudah. Tapi itulah kondisi masyarakat di Indonesia.

“HIV/AIDS tidak hanya memilih yang pintar. Tidak sekolah pun bisa ketularan. Jadi tidak ada persyaratan terkena HIV/AIDS harus lulus apa. Jadi kalau mereka berada di daerah yang rentan, ya tertular,” ucapnya.

Pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi HIV/ AIDS diakui Heru juga tidak mudah. Melakukan pendekatan idealis dengan menyarankan setia kepada pasangan saja tidak cukup.

“Pendekatan yang tidak ideal misalnya melalui lokalisasi. Memang tidak ideal, tapi secara empirik membuktikan pengendalian penularannya bisa lebih efektif. Bisa juga dengan pendekatan praktis, menggunakan kondom,” urainya.

Upaya pencegahan HIV/ AIDS memang ditempuh dengan tiga pendekatan itu agar lebih efektif, meski pada realitasnya masih menghadapi kontroversi.

“Yang dihadapi KPA itu berat dan tidak enak. Terima kasih masih ada yang mau, dan yang direkrut para sekretaris yang bersedia berjuang di sini para ‘veteran’. Luar biasa,” tutupnya.

 

Penulis : Rt , Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Berita Terkait