Sehati Bangun Desa untuk Kepentingan Bersama

  • 28 Sep
  • Prov Jateng
  • No Comments

Pemalang – Ribuan desa yang tersebar di Jawa Tengah memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan. Jika masyarakat dapat mengemas kekayaan alam, budaya, dan kuliner daerah dengan kreativitas tinggi, kesejahteraan warga pun meningkat.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat “Ngopi Bareng Gubernur” di Balai Desa Cikendung, ┬áKecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Rabu (27/9) malam. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pemalang Junaedi, Forkopimda, serta ratusan warga dari berbagai unsur masyarakat.

“Banyak desa yang bisa digalakkan potensi desanya. Namun, seperti halnya Desa Cikendung ini, begitu didorong dengan perbaikan jalan kemudian desa menjadi berkembang,” terang gubernur.

Ia mencontohkan potensi wisata alam di wilayah Pulosari dengan bentangan lereng Gunung Slamet, yang menawarkan pemandangan perbukitan, panjat tebing, air terjun dan lainnya. Jika dikemas dengan kreatif, akan mampu menggaet wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Selain potensi wisata, memroduksi aneka makanan berbahan baku hasil pertanian daerah lokal juga mendukung perkembangan daerah. Orang nomor satu di Jateng itu mencontohkan keripik dan makanan ringan lainnya berbahan dasar ketela dan jagung hasil pertanian petani Pulosari. Termasuk juga buah nanas Belik yang kini populer di berbagai daerah.

“Memanfaatkan potensi pertanian yang ada dan mengolahnya dengan kreatif, maka ekonomi masyarakat terdongkrak,” katanya.

Ganjar menambahkan, dialog ini membuka banyak ide mulai dari potensi alam untuk wisata alam, religi, maupun pertanian. Semua sudah sehati serta punya keinginan untuk membangun desa guna kepentingan bersama, baik memajukan desa, peningkatan kesejahteraan warga, maupun pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat.

Terkait pengembangan pariwisata dan pembangunan infrastruktur, Eka anggota organisasi pecinta alam Sabawana Belik, menyampaikan adanya tempat bagus dan cocok untuk destinasi wisata alam. Tepatnya wisata panjat tebing yang menggunakan tangga besi sebagai sarana memanjat.

Sementara itu, Sumarmo warga Desa Pagelaran, Kecamatan Pulosari, mengusulkan pembangunan jalur evakuasi Gunung Slamet, sepanjang 36 kilometer untuk untuk jalur I. Sedangkan pembangunan jalur II sepanjang tujuh kilometer dari APBD Kabupaten Pemalang sudah jadi.

“Kami juga pernah menyelenggarakan latihan pengurangan risiko bencana supaya warga di sekitar lereng Gunung Slamet mengetahui cara penyelamatan diri saat terjadi bencana,” terangnya.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Berita Terkait