Raih Dua Penghargaan Guru Inspiratif, Aprilia Palupi dari Jateng Tetap Inovatif

  • 25 Nov
  • bidang ikp
  • No Comments

TEMANGGUNG – Bukan hal mudah untuk mengemban tanggung jawab menjadi seorang guru. Selain mengajar, memberi contoh teladan yang baik, juga dituntut mampu menjawab tantangan zaman.
Hal itu mendorong seorang guru untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menemukan metode pembelajaran yang efektif, efesien, dan asyik bagi anak didiknya. Seperti yang dilakukan Aprilia Palupi, guru pertanian di SMKN 1 Bansari, Kabupaten Temanggung.
Guru berusia 42 tahun itu telah berhasil mendapatkan dua penghargaan tingkat nasional. Yakni penghargaan dalam lomba kompetensi guru pertanian 2016, dan guru inspiratif di masa pandemi 2020.
“Sebenarnya pola mengajar saya itu biasa, hanya menekankan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Karena guru sekarang banyak yang belum menerapkan. Tapi bagi saya K3 itu tidak bisa ditawar. Itu yang membawa saya menerima penghargaan dalam lomba kompetensi guru pertanian tingkat nasional,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya, Kamis (25/11/2021).
Penghargaan kedua, kata Palupi, diperoleh atas inovasinya menerapkan pembelajaran jarak jauh, sebelum ada pandemi.
“Awalnya metode jarak jauh itu untuk memantau anak didik saya, karena saat itu saya sering berkegiatan di luar sekolah dan pelatihan-pelatihan,” paparnya.
Nah, karena anak didiknya merasa nyaman dan asyik dengan pola itu, akhirnya dikembangkan untuk memberikan materi kebencanaan.
“Setelah itu, metode jarak jauh saya khususkan untuk memberikan materi kebencanaan. Karena sekolah kami berada di bawah gunung, jadi perlu dibekali materi kebencanaan bagi siswa. Saat itu belum pandemi dan belum ada pembelajaran jarak jauh, saya sudah mulai,” imbuhnya.
Ditambahkan, setelah pandemi dan pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh, siswanya sudah terbiasa.
“Sudah terbiasa dan tidak ada kendala waktu diberlakukan PJJ,” terangnya.
Hingga saat ini, Palupi masih terus berinovasi untuk memberikan metode yang terbaik bagi pendidikan.
“Saat ini saya menerapkan satu siswa satu produk. Ini untuk bekal mereka ke depan, untuk pelajaran produk kreatif kewirausahaan,” katanya.
Untuk metode tersebut, ia mendampingi siswa mulai dari perencanaan, penentuan passion, bentuk, brand, packaging, hingga marketing.
“Hasil produk itu saya minta untuk dipasarkan di medsos dan di-tag ke saya. Harapannya itu bisa buat bekal mereka ketika sudah lulus,” jelas Palupi.
Semangatnya berinovasi, menurutnya, tidak lepas dari dukungan seluruh komponen, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
“Di masa Pak Ganjar, Pak Gubernur sangat luar biasa selalu menghargai dan mengapresiasi guru-guru berprestasi dan men-support juga¬† kegiatan yang dilaksanakan, terutama untuk kemajuan pendidikan Jawa tengah,” tuturnya.
Bahkan, Jawa Tengah bagi Palupi adalah rumah yang sesuai untuknya karena dapat berkembang sebagai guru dengan baik.
“Menjadi guru di Jateng itu bagi saya seperti menemukan rumah yang sesuai untuk saya, dan guru-guru tumbuh dan berkembang. Seluruh komponen mendukung, dan sangat menghargai bagi pengembangan karir dan prestasi guru,” tandasnya. (Wk/Ul, Diskominfo Jateng)

Berita Terkait