Pria 4 M Rentan Tergoda “Jajan”

  • 11 Dec
  • bidang ikp
  • No Comments

Cilacap – Tuntutan pekerjaan yang membuat seseorang terpaksa jauh dari keluarga,berpotensi membuatnya tergoda untuk “jajan”. Seperti profesi pelaut, pekerja di lepas pantai dan kontraktor.

Hal itu disampaikan General Manager Pertamina Refinary Unit (RU) ┬áIV Dadi Sugiana saat Seminar dan Workshop Penanggulangan HIV/AIDS 2017 bertema “Saya Berani Saya Sehat untuk Memperingati Hari AIDS Sedunia”, di Graha Patra, Senin (11/12). Menurutnya, profesi tersebut umumnya dilakukan oleh pria dan mereka tergolong 4 M, yakni man, mobile, money, dan macho. Artinya, pria yang pekerjaannya mobile, banyak uang dan cenderung suka wanita.

“Kita tahu bahwa HIV/ AIDS dapat terjadi pada siapa saja, termasuk di lingkungan kerja, dan memberi dampak negatif bagi seluruh pekerja maupun keluarganya. Termasuk pekerja Pertamina yang masuk kategori 4 M,” tutur Dadi.

Ditambahkan, sudah sekitar tiga tahun terakhir ini Pertamina RU IV Cilacap gencar melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Bahkan, pada 2016 lalu, Pertamina RU IV menginisiasi komitmen bersama dengan Pemkab Cilacap, 13 perusahaan, dan 16 instansi sektor maritim, untuk mendukung kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Pada kegiatan kali ini yang berbarengan dengan HUT ke – 60 Pertamina, kata Dadi, pihaknya menyelenggarakan pemecahan Rekor Muri mengenai pemeriksaan VCT terbanyak yang diselenggarakan serentak di 45 titik, workshop, taman edukasi HIV/AIDS, dan donor darah.

Kepedulian penanggulangan HIV/AIDS yang dilakukan RU IV, membuahkan penghargaan dari pemerintah pusat. Dadi membeberkan, selama dua tahun berturut-turut (2016-2017), pihaknya mendapat penghargaan platinum untuk implementasi program penvegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi sebagai Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS Jateng menambahkan, infeksi HIV/ AIDS terjadi karena persoalan perilaku. Untuk itu dia meminta agar setiap orang yang sudah dewasa, terutama yang pekerjaannya berisiko tinggi, mempunyai pengendalian diri yang baik.

“Misalnya pekerja di pelabuhan, pelaut juga mendarat di mana, itu kan risiko tinggi. Sudah berbulan- bulan tidak bertemu istri misalnya. Risiko tinggi suami, juga bisa berisiko tinggi bagi istrinya. Dan itu juga bisa berisiko tinggi bila istrinya sedang mengandung,” katanya.

Mengingat risikonya domino dan dampaknya tidak ringan, Heru meminta dengan tegas agar suami maupun istri, dan orang dewasa yang belum menikah dapat menahan dan mengatur diri untuk berperilaku hidup sehat.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

Berita Terkait