Pilgub, Uji Kedewasaan Politik Rakyat

  • 07 Feb
  • bidang ikp
  • No Comments

Semarang – Gubernur Jawa H Ganjar Pranowo SH MIP meminta kepada aparat keamanan dan semua komponen masyarakat, termasuk para calon yang maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 serta para pendukungnya turut menjaga kondusivitas. Jangan sampai ada politik SARA, fitnah, maupun hoax di media sosial. 

“Jawa Tengah akan diuji kedewasaan berpolitiknya, dan saya yakin masyarakat Jawa Tengah akan bisa menjaga keamanan dan ketertiban bersama-sama,” ujar gubernur usai Upacara Gelar Pasukan Satpol PP dan Satlinmas sebagai Rangkaian HUT Satpol PP ke-68 dan Satlinmas ke-56 Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018, di GOR Satria, Kabupaten Banyumas, Rabu (7/2).

Selain gubernur yang juga menjadi inspektur, upacara gelar pasukan tersebut juga dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, bupati atau yang mewakili dari 35 kabupaten dan kota, di antaranya Bupati Banyumas Achmad Husein, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi, serta Forkopimda setempat.

Gubernur menjelaskan, pihaknya sudah mengadakan rapat bersama Forkopimda termasuk Satpol PP dan Satlinmas, dalam rangka menyiapkan Pilkada serentak 2018 di Jawa Tengah, agar pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung aman, nyaman, dan mengedukasi.

“Semua komponen masyarakat harus siaga dan menjaga keamanan dan ketertiban. Kami tahu itu sulit, karenanya kita bersama-sama, keroyokan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebab jika tidak maka kita akan mengalami persoalan,” terangnya.

Menurut Ganjar, merawat kondusivitas Jawa Tengah bukan hanya tanggung jawab jajaran Satpol PP dan Satlinmas, namun yang utama adalah partisipasi masyarakat. Merawat kondusivitas wilayah adalah merawat hubungan baik dan komunikasi, serta sikap pelayanan yang humanis dengan masyarakat.

“Itu sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Bukan hanya sigap dan tegap namun juga ramah dan mudah dihubungi, mudah dicari. Itu penting. Karena masyarakat adalah pemilik mandat Republik ini,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Melihat semangat juang Satpol PP, kata dia, bukan hanya soal kemauan, namun juga kemampuan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab merawat kondusivitas wilayah. Tegakkan selalu koordinasi dan sinergi dengan jajaran TNI dan Polri.

Gubenur meminta agar jangan pernah merasa bisa, namun harus bisa merasa jika semua satu kesatuan sistem berbangsa dan bernegara untuk saling membantu untuk menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

“Kita ini adalah satu bangsa, satu keluarga besar yang disebut Indonesia. Saya ingin Jawa Tengah menjadi Barometer Nasional bahwa kontestasi demokrasi di Jawa Tengah berjalan dengan tertib, cerdas dan bermartabat,” pintanya.

Orang nomor satu di Jateng itu menegaskan, pilihan boleh beda. Itu adalah keniscayaan. Jika pesta demokrasi telah usai nanti, semua harus kembali bersama membangun negeri. Karenanya Satpol PP dan Satlinmas harus melaksanakan tugas dengan tuntas, lakukan kewajiban dengan khlas.

“Jagalah profesionalitas, netralitas, dan integritas kalian memenuhi panggilan suci ini secara paripurna. Tetap kompak disetiap gerak langkah utk melayani masyarakat Jawa Tengah yang kita cintai bersama,” harap Ganjar.

Senada disampaikan Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi. Satpol PP akan merangkul semua komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang hingga usai Pilkada serentak 2018.

Dalam hal ini, lanjutnya, Satlinmas dan Satpol PP menjadi ujung tombak karena dekat dengan masyarakat, kemudian melaporkan ke aparat kepolisian. Karenanya peran Satpol PP dan Satlinmas yang humanis dan responsif sangat penting agar bisa diterima dan merangkul masyarakat, terlebih dalam konteks ini partisipasi masyarakat menjadi kata kunci.

“Lapor cepat terkait dengan hal-hal yang berpotensi kampanye hitam, fitnah, provokatif itu yang berpotensi meresahkan masyarakat, maupun mengadu domba agar segera dilaporkan. Kepada para anggota tetap menjaga integritas profesionalitas dan netralitas,” pungkasnya.

Selain upacara selain dalam gelar pasukan tersebut juga diadakan lomba defile yang diikuti 35 kabupaten dan kota se-Jateng. Semua komandan masing-masing pleton mengenakan busana adat daerah masing-masing, memimpin pasukannya memberi penghormatan kepada para tamu di panggung kehormatan.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng