Pasokan Air Bersih Kunci Germas

  • 18 Jul
  • Prov Jateng
  • No Comments

Klaten – Menteri Koordinator Bidang ┬áPembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bertolak dari ibukota menuju Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Senin (17/7). Pemandangan sawah yang membentang begitu memanjakan mata.

Ya, sebagian besar warga Desa Joho memiliki mata pencaharian sebagai petani palawija. Namun, produksi mereka tergantung pasokan air bersih. Karenanya warga berharap adanya pasokan air yang memadai untuk mengairi sawah-sawah mereka. Sehingga mereka tidak perlu risau tanah menjadi kering ketika musim kemarau tiba.

Angan warga Desa Joho terwujud setelah Menko PMK Puan Maharani meresmikan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dibangun oleh Kementerian PU-PR di lokasi tersebut. Mereka dapat memeroleh pasokan air bersih yang melimpah, meski saat musim kemarau.

“Sepanjang perjalanan, saya melihat hasil palawija, khususnya cabainya gendut-gendut, segar-segar. Rasanya saya ingin segera turun metikin. Kalau memang di musim kemarau tanahnya mungkin sedikit kering, dengan adanya bantuan pompa air ini tanahnya tetap bisa subur. Kelompok Tani Mulya Karya dan semua warga harus bisa bahu-membahu memelihara pompa ini,” pesannya kepada warga Desa Joho.

Jaringan Irigasi air tanah di Desa Joho tersebut mampu mengairi 25 hektare area persawahan dengan debit 15 liter per detik. Kedalaman sumur bornya mencapai 135 meter.

Tak hanya untuk irigasi, menurut Menko PMK, ketersediaan air bersih bagi warga juga merupakan kunci sukses gerakan masyarakat hidup sehat. Pihaknya berharap, semakin banyak sarana dan prasarana jaringan irigasi air tanah yang dibangun oleh Kementerian PU-PR di pedesaan. Sehingga warga tercukupi kebutuhan air bersih dan sanitasi serta mendukung gerakan masyarakat hidup sehat.

“Salah satu hal penting dalam gerakan masyarakat hidup sehat adalah tersedianya air bersih dan sanitasi. Sehingga dengan tercukupinya air bersih dan sanitasi, saya harapkan pola hidup itu akan lebih baik juga. Setelah itu kita bisa masuk proram perbaikan gizi empat sehat lima sempurna,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi menyambut baik peresmian jaringan irigasi air tanah di Desa Joho oleh Menko PMK.

“Pompa air yang diresmikan oleh Ibu Menko PMK ini nantinya dapat mengairi lahan seluas 20-25 hektare. Kita tadi melihat hasil tanaman palawijanya berkualitas. Hal itu menunjukkan tanah di sini sebenarnya sangat subur. Dengan adanya jaringan irigasi air tanah ini, semoga meski kemarau hasil tanamnya tetap bagus,” harapnya.

Selain di Desa Joho, Menko PMK Puan Maharani juga secara simbolis meresmikan lima jaringan irigasi air tanah lainnya di kawasan Solo Raya. Antara lain, jaringan irigasi air tanah di Desa Magetan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten yang mampu mengairi area sawah seluas 20 hektare dengan debit alir 15 liter per detik, jaringan irigasi air tanah di Desa Pengkol dan Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen yang mampu mengairi area sawah seluas 20 hektare dengan debit alir 20 liter per detik, dan jaringan irigasi air tanah di Desa Rejosari dan Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

 

Penulis : Ar, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Berita Terkait