Mendagri Nonton Wayang Peringatan Harlah Pancasila di Simpang Lima

  • 02 Jun
  • Prov Jateng
  • No Comments

Semarang – Berbagai kegiatan diselenggarakan pemerintah dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, salah satunya pagelaran wayang kulit di Lapangan Pacasila (Simpang Lima) Kota Semarang, Kamis (1/6) malam. Wayang kulit dengan lakon “Sirnaring Angkara Murka” dimainkan dalang Dwijo Kangko.

Pagelaran kesenian tradisional yang berlangsung hingga dinihari tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, Wakil Gubernur Drs H Heru Sudjatmoko MSi, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti, serta raja dari sejumlah kraton di nusantara.

“Terima kasih karena sudah menunjuk Kota Semarang sebagai tuan rumah pagelaran wayang kulit memperingati Hari Lahir Pancasila. Lakon dalam wayang ini diharapkan menjadi pedoman dan tuntunan untuk semuanya, terlebih saat ini bangsa Indonesia tengah dirongrong persoalan menyangkut isu-isu kebangsaan,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberi sambutan.

Ia menjelaskan, 72 tahun lalu Bung Karno menyampaikan suatu gagasan dan ide saat persiapan kemerdekaan Indonesia. Maka jika ditelisik mengenai peristiwa tersebut, para pendiri Bangsa Indonesia sudah mengkaji sangat lama mengenai Pancasila sebagai dasar negara. Para pendiri bangsa telah memahami jika yang akan dimerdekakan dari Sabang sampai Merauke, bangsa yang terdiri dari berbagai etnis, budaya, serta agama.

“Mudah-mudahan kegiatan ┬áini menjadi lambang bahwa angkara murka atau kelompok-kelompok yang akan mengganggu maupun memecah NKRI segera berhenti. Kita harus segera kembali berfikir untuk memajukan Indonesia,” harapnya.

Menurutnya, kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila yang kali pertama diperingati ini, selain bertepatan pada bulan yang penuh berkah dan magfirah Ramadan, momen tidak kalah penting adalah digelar pada 1 Juni yang merupakan tanggal lahir Pancasila.

“Semestinya hal ini kita sengkuyung bersama dan tidak perlu lagi mempersoalkan, karena yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah kegiatan-kegiatan positif guna percepatan pembangunan,” tandasnya.

Sementara itu, pagelaran wayang kulit yang dimulai sekitar pukul 21.30 WIB tersebut mengisahkan tentang Prabu Rama Wijaya yang sedang mengemban tugas menjadi Duta Keadilan dan Kebenaran. Beliau berjuang keras membasmi berbagai angkara murka agar dunia senantiasa aman, tenteram, dan damai.

Dalam melaksanakan tugas, Prabu Rama Wijaya mendapat bimbingan dan dampingan Ki Semar Bodronoyo serta dukungan para kera yang diibaratkan sebagai rakyat jelata. Meskipun berbagai kendala merintang, Prabu Rama Wijaya tetap berjuang berlandaskan gotong royong serta menjunjung tinggi persatuan dan persatuan, hingga akhirnya mampu membunuh penguasa Kerajaan Alengka, Prabu Dasamuka yang merupakan “Raja Angkara”.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Berita Terkait