Lingkungan Lestari, Masyarakat Sehat

  • 02 Feb
  • bidang ikp
  • No Comments

Semarang – Ruang terbuka hijau di lereng Kampus Sumbing Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah Jumat pagi (2/2) itu tampak riuh. Meski lokasi tersebut berlumpur dan agak terjal, namun Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP bersama sejumlah pimpinan SKPD dan peserta Diklat Prajabatan tetap antusias untuk menanam 650 bibit pohon dan pelepasliaran satwa burung.

“Kita lihat medannya terjal. Harapan kita seperti imbauan presiden, satu orang minimal menanam 25 pohon selama hidup. Kalau belum menanam artinya panjenengan belum mengindahkan imbauan presiden,” terang ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) itu.

Sri Puryono menjelaskan, aspek lingkungan tidak boleh diabaikan dalam pembangunan daerah. Dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup yang ada di sekitar, masyarakat pun semakin sehat.

“Harapan kita kalau lingkungan hidup kita lestari, kehidupan kita menjadi lebih sejahtera,” bebernya

Ditambahkan, ada tiga aspek yang harus dibangun untuk mewujudkan lingkungan sehat. Yakni, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dan srmua itu harus dilakukan bersama masyarakat.

“Harapan kita di sini nanti akan tumbuh pepohonan yang dikehendaki, bukan hanya ¬†oleh manusia, tetapi juga hewan yang ada di sekitarnya. Ini menunjukkan bahwa sinergitas kita menyatu dengan alam adalah tuntutan mutlak yang harus kita lakukan,” jelas Sekda.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Ir Sugeng Riyanto MSc membeberkan, pagi itu terdapat 650 bibit pohon yang ditanam di lereng Kampus Sumbing BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, setidaknya ada 19 jenis bibit pohon yang ditanam. Mulai kayu-kayuan, buah-buahan, taman eksotis, baik yang ada di Jawa maupun luar Jawa.

“Ini ditanam untuk menambah keragaman kita. Untuk mewujudkan Jawa Tengah ijo royo-royo sebagai salah satu program unggulan dari 11 program Bapak Gubernur kita harus menyiapkan bibit berapa pun yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apapun jenisnya sepanjang itu tanaman pepohonan itu kita cukupi, agar tidak ada overlap dengan SKPD lain,” tandasnya.

 

Penulis : Ar, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Berita Terkait