Lebih Stress Baca Naskah Ketimbang Bahas RKA

  • 30 Nov
  • bidang ikp
  • No Comments

Semarang – Kesibukan melayani masyarakat Jawa Tengah, bukan menjadi alasan bagi pejabat di lingkungan Provinsi Jawa Tengah untuk tidak bisa mengekspresikan diri melalui seni. Ya, Rabu (29/11) ratusan undangan yang hadir dalam resepsi HUT ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) seolah melihat pertunjukkan seni professional dari para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Fashion show batik tenun menjadi pembuka acara. Sebanyak 12 model yang merupakan ASN berlenggak-lenggok di atas catwalk. Para pemenang lomba fashion show dalam rangka HUT Korpri itu memeragakan busana rancangan desainer kondang Ina Priyono dan Elkana Gunawan. Meski tak diperagakan oleh model berpengalaman, daya pikat dari keindahan busana yang dikenakan ternyata tidak berkurang.

Usai dimanjakan dengan peragaan busana, para tamu disuguhi dengan penampilan Band Gayeng. Bukan band biasa karena beranggotakan Kepala Biro Pembangunan Daerah Tavip Supriyanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gatot Bambang Hastowo, Kepala Dinas Sosial Nurhadi Amiyanto, Kepala Bappeda Sujarwanto Dwi Atmoko, Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Bambang NK, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Wika Bintang. Sejumlah lagu karya penyanyi ternama dibawakan dengan apik. Seperti Andaikan Kau Datang Kembali, Why Do You Love Me, dan Buat Apa Susah.

Uniknya, beberapa anggota band juga ikut bermain kethoprak. Busana yang cukup membuat mereka ribet, tak mengurangi kualitas perfomancenya.

Suguhan terakhir adalah kethoprak yang mengusung lakon Sumpah Palapa. Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP berperan sebagai Patih Arya Tadah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lalu Safriyadi menjadi Senopati Among Raga, Kepala DPMPTSP Prasetyo Aribowo menjadi Senopati Jaga Satru dan Kepala BKD Arief Irwanto menjadi Patih Gajahmada.

Memang tak semuanya berperan dengan sempurna. Maklum, untuk menghafal naskah saja mereka sudah susah karena tidak punya waktu untuk membaca. Latihan pun hanya dua kali. Akhirnya, pertunjukkan pun mengalir dengan sangat natural, yang kadangkala memantik tawa penontonnya. Seperti Kepala BKD yang berungkali mimiknya tercuri sedang berpikir dialog apa yang mesti disampaikan. Apalagi, dia tak fasih berbahasa Jawa halus.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menyampaikan, sejumlah rekannya memang mengaku stress menghafal naskah ketimbang membahas Rencana Kerja Anggaran. Namun dia tidak kecewa. Sebab, pertunjukkan yang disajikan bertujuan utama menghidupkan kembali seni budaya Jawa Tengah.

“Saya¬†berkeinginan nanti kethoprak ada, wayang orang ada, bahkan lawak pun ada. Silakan dikembangkan seni budaya kita. Ini perintahnya Tri Sakti Bung Karno yang ketiga, berkepribadian dalam kebudayaan,” tuturnya.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

 

Berita Terkait