Kethoprakan Tanpa Latihan, Banyolan Ganjar Bikin Ngakak

  • 04 Aug
  • Prov Jateng
  • No Comments

Klaten – Gelak tawa dan riuh tepuk tangan menggema di antara alunan musik gamelan di Halaman Gedung Sunan Pandanaran Kabupaten Klaten, Kamis (3/8) malam. Para penonton yang menyemut di depan panggung tampak antusias menyaksikan penampilan Gubenur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dalam pementasan kethoprak eksekutif.

Orang nomor satu di Jateng yang berperan sebagai Dharmadyaksa/ penasihat kerajaan Majapahit tersebut mengundang perhatian penonton karena penampilannya dan celetuk-celetukan yang terlontar di atas panggung, sehingga mengocok perut penonton. Salah satunya ketika blak-blakkan tidak hafal nama lawan mainnya karena tidak sempat latihan, apalagi mengenal para tokoh dalam pementasan tersebut.

Akibat tidak hafal naskah, gubernur menyebut asal-asalan nama lawan mainnya. Tawa penonton pun pecah. Meskipun hanya tampil lima menit, namun waktu yang singkat itu benar-benar dimanfaatkan gubernur secara optimal. Alhasil, selama lima menit penuh suasana semarak dan ger-geran.

Pementasan kethoprak yang mengangkat judul “Amurti Palapa Gajahmada” tersebut, menceritakan tentang kerajaan Majapahit dan perjuangan Patih Gajah Mada. Kerajaan Majapahit yang tenteram, rukun, dan damai teracam oleh ulah sekelompok orang yang ingin memberontak serta menecah belah persatuan dan kesatuan Majapahit.

Terkait kondisi tersebut, Dharmadyaksa memerintahkan Panglima Bhayangkara supaya menghalau para pemberontak. Ia meminta jangan sampai terjadi tumpah darah atau perang berebut kekuasaan di Majapahit. Semua rakyat harus hidup guyub, rukun, bersatu tanpa pandang bulu guna memajukan kerajaan.

Mbuh mau kui wong edan kabeh. Aku ora apal lha wong ya ora latihan. Pokokke aku ora setuju ana pemberontak. Wis tak peringatke aja berontak, kudune ngisi mbangun ben maju,”¬†ujar gubernur saat beradegan di panggung.

Mendengar celetukan tersebut, para penonton sontak tertawa. Riuh tawa seolah tak berhenti karena hampir sepanjang adegan gubernur kerap berimprovisasi. Misalnya, saat kaget ketika melihat rambutnya tidak lagi putih tapi berubah panjang dan hitam, serta celetukan-celetukan konyol lain yang memang tidak tertulis dalam naskah.

“Yang penting sekarang sinuhun dilindungi. Saiki kowe tak perintah selametke sik sinuhun aja sampai bocah-bocah edan mau memberontak. Semua harus menjaga keamanan, aja pentung-pentungan, gelut-gelutan. Kuatke sik pasukanmu, nek perlu latihan ning Kopassus ben kuat,” pintanya.

Pada akhir adegan, mantan anggota DPR RI itu berpesan kepada semua rakyat Majapahit untuk bersama-sama membangun negara, jangan saling bertikai hanya untuk berebut kekuasaan, apalagi sampai saling membunuh. Saatnya semua menjaga keberagaman sebagai kekuatan dan kekayaan bangsa. Majapahit berdiri kokoh karena adanya kekuatan dari berbagai kelompok masyarakat yang beragam.

Mulane aku pesen karo rakyat kabeh, ayo dijaga negara, ayo digawe makmur lan tentrem aja pada gelutan. Wis ngana wae, keproke sing banter aku pamit lunga,” pungkasnya disambut tepuk tangan penonton.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

 

 

Berita Terkait