Jangan Ada yang Iri

  • 01 May
  • Prov Jateng
  • No Comments

Surakarta – Bank Jateng memugar 100 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di tiga kelurahan di Kota Surakarta. Bantuan dana rehab RTLH sebesar Rp 1,5 miliar tersebut dikucurkan melalui corporate social responsibility (CSR) Bank Jateng 2017.

Bantuan untuk 100 unit RTLH itu menyasar di di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres sebanyak 40 unit, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon 40 unit, dan Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres 20 unit, dengan nilai bantuan Rp 15 juta per unit.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP kepada Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dan salah seorang warga penerima dana bantuan rehab RTLH, didampingi Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, dan disaksikan masyarakat, serta instansi terkait lain.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta, Agus Djoko Witiarso menyebutkan, jumlah total RTLH di Kota Surakarta hingga saat ini tercatat 11, 34 unit dan tersebar hampir di seluruh kelurahan. Penanganan RTLH pada 2017 yang bersumber dari dana alokasi khusus atau berasal dari pemerintah pusat sebanyak 418 unit. Sedangkan bantuan dana dari Pemkot Surakarta ada 400 unit dan Pemprov Jateng 409 unit.

“Selain itu, Bank Jateng melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR 100 unit. Sehingga jumlah RTLH yang tertangani tahun ini sebanyak 1,027 unit dengan total anggaran Rp 13 miliar,” bebernya di sela-sela penyerahan bantuan pemugaran RTLH di Kelurahan Pucangsawit, Minggu (30/4).

Agus Djoko menjelaskan, bantuan rehab RTLH tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar bisa menempati tempat hunian yang layak, mendukung program nasional penanggulangan kemiskinan dakam perbaikan RTLH, meningkatkan peran masyarakat dan perusahaan dalam meningkatkan kualitas warga tidak mampu. Di samping itu juga meningkatkan kegotongroyongan masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo mengatakan, Pemprov Jateng akan terus melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni di semua daerah di wilayah Jateng, termasuk di Kota Surakarta.

“Wali Kota Solo bertugas mendata warga yang rumah tidak layak huni dan pemerintah nanti yang akan bantu memperbaiki. Tetapi jangan ada yang iri, semua harus sabar menunggu mendapat bantuan,” pinta gubernur.

Menurut Ganjar, jumlah RTLH yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jateng, masih cukup banyak. Maka program RTLH sebagai salah satu indikator tingkat kemiskinan tersebut perlu ditingkatkan dengan menggandeng berbagai pihak agar bersama-sama menuntaskan masalah sosial tersebut.

“Bantuan rehab RTLH tidak hanya dari pemerintah, karena ada juga bantuan dari CSR perusahaan-perusahaan milik pemerintah maupun ¬†swasta, seperti CSR dari Bank Jateng ini,” terangnya.

Ditambahkan, bantuan yang diberikan Bank Jateng tersebut hanya untuk pembelian material bangunan. Sedangkan menyangkut tenaga, diharapkan adanya partisipasi semua pihak, khususnya masyarakat bersama TNI dan Polri bergotong-royong memperbaiki rumah warga.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga meletakan batu pertama di salah satu rumah tidak layak huni di RT 03/06, Kelurahan Pucangsawit. Rumah sempit di tengah permukiman padat penduduk milik Eko Widianto tersebut, segera diperbaiki agar menjadi layak huni.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Berita Terkait