Hilangkan Rasa Gengsi Terhadap Budaya Bangsa

  • 10 Apr
  • bidang ikp
  • No Comments

Semarang – Masyarakat Indonesia harus mampu menjaga kelestarian budaya bangsa dari beragam gempuran budaya asing yang masuk hingga ke ‘gang-gang’ dan terus menggerus budaya dan identitas bangsa.

“Budaya nusantara harus menjadi tuan di negeri sendiri, sehingga masyarakat tidak mengalami kepanglingan terhadap budaya asli daerah,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP saat memberi sambutan pada Sarasehan Budaya Jawa di Kampus Universitas Dian Nuswantoro Semarang,¬†Senin (9/4) malam.

Kegiatan rutin Selasa Kliwonan bertema “Memaknai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kebudayaan untuk Nguri-uri Kebudayaan Jawa” tersebut, sekaligus dalam rangka menyambut Konggres Kebudayaan Jawa ke-2 tahun 2018 di Jawa Timur.¬†Ditambahkan, memajukan kebudayaan sudah diamatkan dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 32 ayat 1, yang menyebutkan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya.

Sekda menjelaskan, kebudayaan Indonesia telah mengalami proses akulturasi yang cukup lama dan berdampingan dengan dan antarsuku bangsa yang beragam di berbagai pelosok nusantara maupun dunia. Kendati proses akulturasi tersebut lembut, dinamis, dan damai, tetapi mampu menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kuat.

Salah satu contohnya, lanjut dia, perilaku berkebudayaan dan pengembangan kebudayaan nenek moyang menghadapi masalah dan tantangan telah teruji dalam mengelola kebudayaan yang ada. Sehingga dapat dijadikan pengalaman, pemikiran, serta peluang dalam memajukan kebudayaan nasional.

“Misalnya adalah Trilogi Bung Karno, yang salah satunya yaitu ‘berkepribadian dalam kebudayaan’, dan ini perlu dibuat wadah dan payung hukum kebudayaan yang memadai,” katanya.

Melalui UU Nomor 5 Tahun 2017, diharapkan menjadi kekuatan memperjuangkan seni budaya nusantara dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kegiatan itu juga menjadi salah satu upaya mencegah memudarnya identitas bangsa. Gejala tersebut tampak pada budaya gotong royong yang mulai punah, sikap saling menghormati, unggah-ungguh seakan tidak relevan dan ketinggalan zaman.

“Hingga yang tersisa adalah keakuan dan keangkuhan. Penyebabnya antara lain karena budaya asing telah masuk ke Indonesia, secara besar-besaran tanpa tersaring dengan baik,” terangnya.

Sri Puryono yang sekaligus Pembina YSBJ Kanthil Jateng, meminta masyarakat mampu mengantisipasi agar budaya nusantara tetap lestari. Terlebih implikasi budaya asing telah masuk ke ‘gang-gang’ hingga menggerus identitas kebangsaan Indonesia. Masyarakat harus menjadi tuan di negeri sendiri, sehingga tidak mengalami kepanglingan terhadap budaya asli daerah.

Tidak kalah penting adalah menanamkan nilai kebudayaan bangsa kepada generasi milenial. Sehingga kebudayaan nusantara tidak musnah dan tetap bertahan, mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan atau melecehkan budaya orang lain, serta mempraktikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melestarikan budaya bisa dengan berbahasa daerah, menghilangkan perasaan gengsi atau malu terhadap kebudayaan yang kita miliki, atau menghindari sikap primordialisme dan etnosentrisme. Singkatnya pengelolaan kekayaan budaya merupakan cara kita bagaimana cara budaya bisa dipahami, lindungi, lestarikan, dan kembangkan,” bebernya.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah ini menambahkan, era digitalisasi membawa masyarakat kepada perubahan, kreativitas, inovasi, dan ekspresi atas kebudayaan Indonesia. Menurutnya kemajuan iptek harus dioptimalkan untuk mempromosikan dan memasarkan budaya Indonesia yang penuh estetika dan etika di pentas Global dengan tetap menjaga kearifan lokal.

“Sudah seharusnya kita unjuk gigi atas kebudayaan nusantara. Sebarkan dan viralkan berbagai potensi unggulan, keunikan, dan nilai-nilai sehingga bisa menggaet wisatawan datang, singgah dan berbelanja di Indonesia, khususnya Jawa Tengah,” harapnya.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Berita Terkait