Harold Puji Keindahan Ukiran Kayu Jateng

  • 08 Aug
  • Prov Jateng
  • No Comments

Semarang – Anggota Dewan Australia Indonesia Center Harold Mitchell AC memuji keindahan ukiran kayu di Jawa Tengah. Pujian itu disampaikan ketika melihat ukiran kayu meubel di Kantor Gubernur, Selasa (7/8)

It (wood crafting) is really from Central Java? I see just in here. The wood crafting is very very beatiful,” kata Harold seraya meyakinkan, saat bertemu Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP.

Awalnya, Harold mengira kerajinan ukiran kayu berasal dari Bali. Namun, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang ikut hadir dalam rombongan mereka kemudian menjelaskan kerajinan kayu aslinya berasal dari Jawa Tengah. Bali hanya sekadar showroom untuk menjual produk.

Actually Bali is just the showroom, Harold. All the work is done here,” ujar Mari Elka.

Mendengar informasi itu, Harold berpandangan, kerajinan kayu menjadi salah satu peluang konkret untuk diekspor ke Australia. Dia bahkan berkelakar, dengan menawarkan diri menjadi middle man.

Need a middle man? I can be one for you,” kelakarnya yang disambut tawa semua tamu yang hadir.

Gubernur Ganjar Pranowo lantas menjelaskan, pusat kerajinan kayu di Jawa Tengah ada di Jepara dan Kudus. Dari sisi pendidikan vokasi bidang perkayuan, yang butuh dikerja samakan saat ini antara lain branding, serta kesiapan produk untuk ekspor dan penetrasi pasar.

Ganjar menambahkan, kerja sama di bidang tersebut antara Jawa Tengah dan Australia juga sudah terjalin, dengan mengirimkan satu guru di Brisbane untuk mengajarkan pertukangan dan ukiran kayu.

We have to say that Central Java is very good ┬áin craft desaign. And we have sent one teacher in Brisbane, teaching wood craft,” katanya percaya diri.

Di samping membicarakan pendidikan vokasi di bidang perkayuan, mereka juga membicarakan soal ketahanan pangan, energi baru terbarukan, kesehatan, hingga kasus kelangkaan garam di Indonesia.

 

Penulis : Rt, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

 

Berita Terkait