Purbalingga – Mata Sri Agustianingsih mendadak berkaca-kaca. Kalimat yang diucapkan dari bibirnya pun terbata. Pengajar TPQ Nurul Falaq, Purbalingga Kulon itu, seolah tak kuasa menahan bahagia ketika menerima buku tabungan insentif yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sabtu (30/3/2019).
Bertempat di Pondok Pesantren Nurul Barokah Purbalingga, Sri Agustianingsih bersama sekitar 2.550 guru Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, dan pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Purbalingga menerima insentif dari Pemerintah Provinsi Jateng.
“Alhamdulillah Pemerintah Provinsi Jateng sekarang ada perhatiannya kepada para guru ngaji, karena dari dahulu tidak ada insentif seperti ini,” ucap Sri Agustiangingsih usai menerima insentif secara simbolis dari Wakil Gubernur Taj Yasin.
Warga Purbalingga Kulon yang belasan tahun mengajarkan ilmu keagamaan di TPQ itu mengaku tidak menyangka mendapat tambahan pendapatan dari Pemprov Jateng. Dia berharap ke depan nominal insentif serta penerima bantuan dari pemerintah itu lebih meningkat.
“Karena kemarin saat pendataan tidak sedikit yang belum masuk data penerima. Kalau mendapatkan insentif seperti ini, kan ustadz dan ustadzahnya semakin semangat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, pemberian insentif khusus pendidik keagamaan ini merupakan wujud program janji Ganjar-Taj Yasin saat berkampanye pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur beberapa bulan silam.
“Ini implementasi kerja nyata kami. Semoga apa yang kami janjikan dan berikan kepada guru keagamaan ini tidak dilihat dari nilai besar kecilnya jumlah yang diberikan, tapi lebih pada manfaatnya. Keberkahan bukan hanya merupakan keberkahan para guru, tetapi juga Pemprov Jateng, serta Indonesia pada umumnya,” bebernya.
Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu menekankam, program bidang pendidikan keagamaan tersebut sebagai wujud dukungan dan perhatian Pemprov Jateng, untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan ustadz dan ustazdah ini. Ke depan atau pada tahun 2020 pihaknya akan terus mengupayakan lebih baik.
Namun, menurutnya, tidak kalah penting adalah semangat untuk memperhatikan pendidikan keagamaan yang harus digelorakan atas dedikasi, motivasi, pengabdian dan keikhlasan para guru TPQ, Madin, dan pesantren di Provinsi Jawa Tengah. Dengan begitu dapat mencetak kader muda Islam yang beriman, berilmu, dan berakhlak.
“Ke depan diharapkan pendataan lebih baik lagi dan kesadaran lembaga-lembaga pendidikan keagamaan mendaftarkan ke Kemenag semakin banyak. Sehingga pemerintah lebih mudah membantu dan mengerjasamakan, mengajak Madin, TPQ, dan ponpes dalam hal kegiatan apapaun di pemeringahan,” harap Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Sebagai informasi, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran insentif untuk para guru agama se-Jateng sebesar Rp205,35 miliar dengan jumlah penerima 171.131 orang. Sebelumnya telah diserahkan kepada 11.882 orang di Kabupaten Pati, dan Kota Semarang 2.700 orang, kemudian pada Sabtu (30/3/2019) Kabupaten Purbalingga sejumlah 2.555 orang.
Penulis : Mn, Humas Jateng
Editor : Ul, Diskominfo Jateng
Foto : Humas Jateng

