Dukung Diplomasi Kaos Oblong Promosikan Jateng

  • 29 Sep
  • Prov Jateng
  • No Comments

Ungaran РPesona alam yang asri dan udara Watu Gunung, Desa Lerep yang sejuk memikat hati setiap pengunjung yang pelesir. Kentalnya sentuhan arsitektur khas Jawa Tengah, seperti yang tampak pada bale bambu dan villa joglo, menambah eksostisme objek wisata tersebut. 

Tak hanya Watu Gunung, Desa Lerep juga memiliki  destinasi wisata unggulan lainnya seperti Curug Indrokilo. Dengan berbagai potensi wisata yang dimiliki, Desa Lerep bahkan menyabet juara satu pada Festival Desa Wisata Jawa Tengah 2017.

“Desa Lerep juga mendapatkan bantuan CSR dari Pertamina sebesar Rp 1,6 miliar. Pada tahun 2017 ini, Desa Lerep juga mendapatkan bantuan dalam rangka pengembangan desa wisata kurang lebih Rp 200 juta dari Pemprov Jateng,” terang Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menghadiri dialog Ngopi Bareng Forum Komunikasi Desa Wisata ¬†(FK Deswita) di Watu Gunung, Jumat (25/9).

Forum tersebut berupaya agar potensi wisata yang dimiliki dapat mengantarkan Desa Lerep menjadi desa wisata yang makin bergeliat. FK Deswita juga mengundang sejumlah blogger pariwisata untuk berdiskusi tentang strategi memromosikan Desa Lerep.

“Hari ini kami para blogger diundang oleh FK Deswita. Tugas kami adalah meliput pesona wisata yang ada di sini. Bapak/Ibu juga bisa mengundang teman-teman blogger untuk memromosikan dan mengambil sebanyak mungkin foto objek wisata yang ada,” terang bloger asal Kaliurang, Tonny.

Dia menceritakan, warga di Desa Sambi dahulu belajar mengelola pariwisata dengan cara melakukan studi banding ke Bandung. Hingga akhirnya Desa Sambi mampu mengelola potensi wisata lokalnya secara mandiri.

“Kami bisa mengembangkan desa kami. Ini bisa dilihat di Instagram Ledoksambi itu sudah maju,” tambah Tonny.

Menurutnya, para blogger tidak segan berbagi ilmu mengelola wisata. Termasuk mengajari para pengelola wisata untuk memaksimalkan fungsi media sosial.

“Teman-teman blogger juga siap untuk mengajari Bapak Ibu (mengenai) media sosial supaya bisa melek media sosial. Selain promosi melalui kaos yang menarik, kita juga harus aktif memromosikan pesona wisata kita melalui media sosial. Kalau belum bisa menggunakan media sosial belum boleh pulang dulu,” tegasnya.

Kesediaan para blogger untuk membantu memromosikan potensi wisata lokal sekaligus memaksimalkan fungsi media sosial, diacungi jempol Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP. Di tengah tren wisata millenial, saat ini fungsi media sosial untuk pemasaran wisata sangatlah penting. Pengelola wisata pun harus kreatif mengemas konten promosi wisata melalui media sosial mereka.

Ditambahkan, pariwisata merupakan ekonomi kreatif. Maka dibutuhkan orang yang berpikir out of the box dari kebiasaan mereka.

“Kalau dikelola biasa-biasa saja mboten saged. Diplomasi kaos oblong untuk mendukung pariwisata itu menarik. Saya itu penggemar batik dan kaos oblong. Ke seluruh dunia mana pun saya pergi saya selalu beli kaos oblong. Kaos oblong itu kadang tidak saya pakai tapi saya selalu simpan sebagai koleksi,” pungkasnya.

 

Penulis : Ar, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Foto : Humas Jateng

Berita Terkait