Portal Berita
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Bantuan Pembangunan Infrastruktur dari Pemprov Jateng Rp1,7 Miliar, Atasi Sejumlah Masalah Warga Desa Klareyan
- 08 Jun
- ikp
- No Comments

PEMALANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) telah menyalurkan bantuan berupa pembangunan infrastruktur senilai total Rp1,7 miliar kepada warga Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Pembangunan infrastruktur pada 2019 hingga 2022 itu, telah menjadikan Desa Klareyan jauh lebih tertata, dan lebih baik dari sebelumnya.
Kepala Desa (Kades) Klareyan, Wiharnyo mengatakan, masyarakat telah menerima manfaat dari bantuan tersebut. Bantuan provinsi itu diterima pihak desa sejak 2019 sampai 2022.
“Total yang masuk diterima kami di kisaran Rp1,7 miliar. Dari Rp1,7 miliar itu, masing-masing kegunaannya. Ada yang untuk talud, makadam, jalan, maupun rigit beton,” kata Wiharnyo, saat ditemui di desanya, Kamis (8/6/2023).
Dia menuturkan, Pemdes Klareyan memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan warga paling urgen, yakni talud. Kebermanfaatan talud itu mampu mempercepat surutnya genangan banjir, karena air bisa lebih mudah masuk ke saluran.
“Jadi harapannya warga lebih sehat dengan berkurangnya waktu banjir,” ujarnya.
Bantuan provinsi, kata dia, juga dipakai untuk pembangunan jalan. Mengingat di Desa Klareyan tanahnya labil, sehingga perlu jalan yang lebih bagus. Di antara penanganan pembangunan jalan adalah pengaspalan jalan, makadam, dan jalan beton.
“Harapan dengan adanya jalan yang bagus itu akan mengurangi pengeluaran, karena biaya angkut jadi lebih mahal kalau jalan jelek. Kalau kondisi jalan lebih bagus kan cost-nya lebih sedikit. Contohnya, di tengah permukiman itu ada rigit beton, di wilayah persawahan itu ada makadam. Itu sangat membantu petani,” jelasnya.
Warga RT 1 RW 1, Casyono, mengatakan, sebelum ada talud, lingkungan sekitar rumahnya kumuh. Selain itu juga tampak belum tertata, dan membahayakan orang yang lewat di dekat saluran.
“Masalahnya kadang kakinya kena beling, kaca. Kalau ini kan sudah bersihlah. Tertatalah. Warga senang sekali termasuk saya ini. Tanahnya yang dulu longsor, sekarang enggak. Yang kedua, ngurangin banjir. Tadinya banjir setiap kali hujan gede, sekarang mending. Kalau banjir ya sedikit ya. Tidak terlalu besar,” kata Casyono.
Wakil RT 1 RW 3, Siti Zubaedah, mengaku senang adanya bantuan yang diterima warga. Karena bisa mengatasi permasalahan yang didera warga saat memanfaatkan infrastruktur.
“Senang karena tadinya banjir, sekarang tidak. Jalan yang tadinya rusak sulit dilalui sekarang sudah lancar. Alhamdulillah, itu setelah diberi bantuan pemprov,” ungkap dia.
Warga lainnya, Tri Ningrum, menilai bantuan dari gubernur membuat lingkungan desa semakin tertata dan lebih bersih. Bantuan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Sebelum ada bantuan, lingkungan kurang bersih, kurang tertata, kumuh, banyak sampah berserakan. Alhamdulillah dengan bantuan yang sudah Bapak Ganjar berikan, sangat bermanfaat. Kami harap warga semoga Pak Ganjar bisa memberikan bantuan lagi, semoga sukses dan sehat terus,” terangnya.
Adanya bantuan jalan makadam juga mendapat respons positif dari seorang petani setempat, M Komarudin. Para petani, menurutnya, sangat terbantu adanya makadam, mengingat, akses petani ke sawah pun menjadi lancar. Terlebih, ketika panen tiba, akses makadam menjadi sangat penting.
“Bantuan makadam sangat bermanfaat. Kami sebagai petani, akses jalan pertanian saat panen jelas sangat dibutuhkan. Manfaat makadam sangat menunjang. Sangat bagus. Petani sangat terbantu ada makadam,” ujar Komarudin.
Selain itu, jalan beton yang melintasi desa juga membuat Muslihah, seorang pengguna jalan berterima kasih kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sebab, sebagai penjual jasa cuci pakaian yang biasa wira-wiri melintasi jalan beton, dia merasa makin nyaman.
“Jalan kampung sudah bagus. Apalagi saya yang punya bisnis laundry, biasa mondar-mandir. Baguslah. Terima kasih Pak Ganjar,” beber Muslihah.
Sebagai informasi, pembangunan desa memang menjadi salah satu fokus Ganjar Pranowo selama menjadi Gubernur Jawa Tengah. Terbukti, selama dua periode menjabat atau sejak 2013 hingga akhir 2023, total bantuan keuangan atau bankeu yang dikucurkan oleh Pemprov Jateng melebihi Rp8,4 triliun. (Ak/Ul, Diskominfo Jateng)





