Ajarkan Terjemahan “Lakum Diinukum Waliyadiin”

  • 05 Jun
  • Prov Jateng
  • No Comments

Semarang – Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP meminta kepada semua masyarakat supaya meningkatkan solidaritas dan kerukunan antarsesama. Menjaga Jateng selalu “adem dan anteng“, ┬átidak ada gejolak yang mengakibatkan pertikaian di masyarakat.

“Saat umrah saya bertemu dan ngobrol dengan banyak orang dari berbagai negara. Beberapa orang bercerita bahwa negaranya sedang kocar-kacir. Setiap hari ada bom dan tembak-tembakan. Beda dengan Indonesia yang rakyatnya hidup nyaman,” beber Gubernur saat memberi sambutan pada acara silahturahmi di Yayasan Al-Hidayah di Desa Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (4/6) petang.

Di hadapan puluhan santri pondok pesantren dan penghuni Panti Asuhan Anak Al-Hidayah tersebut, mantan anggota DPR RI ini bercerita tentang kondisi negara-negara yang sedang perang. Tidak ada lagi tempat bagi rakyat untuk merasakan aman dan nyaman, karena negara mereka hancur. Setiap saat bom meledak dan tembakan hilir mudik di sekitar mereka.

“Banyak warga di negara yang perang ingin mengungsi untuk mencari keamanan. Anak-anak tidak bisa bermain dan sekolah. Kita di Indonesia masih diberikan kebahagiaan. Mereka bercerita betapa senangnya hidup di Indonesia, termasuk di Jateng yang adem dan anteng,” terangnya.

Gubernur Ganjar yang datang ke Yayasan Al-Hidayah mengendarai sepeda didampingi istri, Atikoh Ganjar Pranowo, beberapa staf, serta rekan-rekan penghobi olahraga sepeda, meminta kepada pengurus Ponpes dan Panti Asuhan Al-Hidayah supaya senantiasa menjaga ketenangan dan kerukunan antarumat, mengajarkan kepada santri tentang berbagai kebaikan, bagaimana menerjemahkan lakum diinukum waliyadiin (bagimu agamamu dan bagiku agamaku), tepaslira, memahami arti penting persatuan, serta tidak cakar-cakaran atau bertikai.

“Tugas kita mengantarkan anak-anak menuju dewasa. Saya nderek nitip, ajarkan sejak dini kepada anak-anak kita bagaimana belajar yang baik, menjalankan amalan yang baik, jangan sampai ada radikalisme, hidup rukun dan guyub. Anak-anak mesti kita didik yang berkarakter, cinta tanah air, dan cinta sesama,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur menyerahkan bantuan beras dan bahan pokok lainnya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah di musala setempat. Menurutnya, bantuan tersebut selain sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama, juga menjadi sarana silahturahmi dengan kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan serta bantuan khusus.

“Ramadan merupakan bulan penuh barakah. Jadi apa pun yang dilakukan orang yang berpuasa mendapat pahala. Bahkan tidur saja dapat ganjaran, apalagi kalau kita punya solidaritas yang tinggi terhadap sesama. Saya terima kasih banyak kepada yayasan dan lembaga ini yang telah menjalankan tugas luar biasa,” pungkas Ganjar.

 

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Berita Terkait