Air Mata Sariman, dan Harapan Ditemukannya Anak Istri

17 November 2025
ikp

CILACAP – Tak jauh dari reruntuhan tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, salah seorang warga setempat, Sariman (48) duduk di bawah rindang pohon pada sepenggal siang, Minggu (16/11/2025).

Tatapan matanya jauh, melihat hiruk pikuk para petugas yang sedang mencari korban tanah longsor tersebut. Hatinya selalu bergetar saat ada kabar ditemukan korban.

Dia berharap-harap cemas, barangkali yang ditemukan adalah istri (Nina) dan dua anaknya (Fani dan Fatin). Namun, hingga siang itu, kabar yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Harapan demi harapan masih menggantung entah sampai kapan.

“Kalau dengar kabar ada yang ditemukan, hati saya langsung bergetar. Rasanya kemroso (terasa) banget. Saya berdoa semoga yang ditemukan itu istri dan dua anak saya,” ungkapnya terbata-bata.

Setiap hari, Sariman selalu merapalkan doa, agar keluarga tercintanya segera ditemukan. Dia menunggui proses evakuasi korban.

“Saya selalu berdoa setiap waktu. Dari pagi sampai pencarian selesai, saya selalu menunggu di sini,” ungkap pria yang kini menumpang tinggal di rumah saudara dekatnya tersebut.

Sariman menceritakan, saat kejadian longsor, dia sedang nan jauh di Palembang. Sudah dua tahun dia mengadu nasib di sana menjadi buruh bangunan.

“Saya ditelepon keponakan, disuruh segera pulang ke desa. Dikabari kalau di desa sedang kena musibah longsor,” ungkapnya.

Mendengar itu, Sariman bergegas pulang. Sampai di desa Jumat (14/11/2025), pukul 02.30 WIB. Dia kaget melihat desanya sudah rata dengan timbunan tanah longsor. Oleh Ketua RT setempat, diberitahu kalau istri dan dua anaknya, termasuk korban yang dinyatakan hilang.

Sontak badannya lemas. Dia gusar dan bingung mau bagaimana. Terbayang wajah istri dan anaknya, dia pun menangis. Rumahnya rata tak tersisa. Orang-orang yang dicintai belum jelas keberadaannya.

Begitu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendatangi, dia langsung memeluk erat-erat. Bulir-bulir air matanya menetes di pipi. Sariman mencurahkan segenap perasaannya.

“Yang sabar ya. Bapak harus kuat. Kita akan bantu mencari sampai ketemu. Semoga istri dan anak Bapak segera ditemukan,” ucap Ahmad Luthfi lirih.

Sariman semakin erat memeluk. Gubernur pun membalasnya. Keduanya lantas berpelukan untuk beberapa saat. Semua yang melihat terdiam dan larut dalam suasana haru.

Tak hanya Sariman, beberapa warga yang keluarganya menjadi korban longsor juga menangis di hadapan Gubernur. Di antaranya larut dalam suasana duka saat bersalaman dan dipeluk Ahmad Luthfi.

“Kami ikut prihatin dan berduka atas musibah ini. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada Bapak dan Ibu sekalian. Semoga para korban yang dinyatakan hilang segera ditemukan,” ungkap Ahmad Luthfi.

Gubernur menyerahkan bantuan kepada para warga terdampak. Ia membesarkan hati para warga. Dikatakan, warga akan direlokasi ke lokasi yang aman dan akan dibangunkan hunian sementara dan hunian tetap di Majenang. Lahannya sudah disiapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Setelah menyerahkan bantuan, Gubernur lantas mengecek lokasi longsor.

Ahmad Luthfi juga menginstruksikan kepada para petugas gabungan, agar tetap semangat dan terus melakukan pencarian hingga semua korban ditemukan. (Humas Jateng)*ul

Skip to content