Youtuber Lokal Girang Diskominfo Jateng Segera Bantu Akses Internet Desa

  • 16 Feb
  • bidang ikp
  • No Comments

PURBALINGGA – Desa Panusupan di Kecamatan Rembang terpilih sebagai lokasi desa dampingan Diskominfo Provinsi Jawa Tengah 2023. Lewat program andalan Ganjar-Yasin ini, OPD siap memaksimalkan penuntasan kemiskinan sesuai bidang masing-masing. Selain bantuan akses internet, nantinya akan dibantu pembenahan rumah tak layak huni dan penanganan stunting.
Kepala Desa Panusupan Surismi gembira menyambut program ini. Menurutnya, beberapa permasalahan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan. Seperti, penuntasan RTLH dan penyelesaian balita stunting.
Ditambahkan, berdasarkan data, ada sekitar 400 rumah tangga yang kondisi tempat tinggalnya memprihatinkan, berdinding papan tipis, hingga berlantai tanah.
Terkait stunting, tercatat ada sekitar 60 anak yang mengalami tumbuh kembang tak sesuai umur.
“Stunting meskipun berkurang tiap bulan, jumlahnya masih banyak. Kita minta penanganan RTLH, tadi sudah sudah cek dua rumah,” paparnya, Kamis (16/2/2023).
Terkait bantuan akses internet yang akan diberikan Diskominfo Jateng, Surismi berharap turut mengembangkan promosi desa lewat dunia maya.
“Dengan adanya internet, harapannya bisa mempromosikan wisata di Desa Panusupan, seperti Curug Kalikarang, Sendaren Susur Sungai, hingga wisata reliji. Harapannya ya bisa ada investor,” urainya.
Konten kreator lokal Desa Panusupan, Aris, menyambut baik rencana bantuan internet dari Diskominfo Jateng. Menurutnya, kecepatan akses menjadi nyawa bagi Youtuber sepertinya.
“Kita antusias dan terbantu karena butuh jaringan internet.¬† Kalau internet lancar¬† proses upload lancar,” ujarnya yang memunyai akun Jong Official, dengan 800 subscriber.
Kepala Diskominfo Jateng Riena Retnaningrum melalui Kasubag Umum dan Kepegawaian Galih Wibowo mengatakan, nantinya ada kuota 10 unit rumah yang bakal diperbaiki. Untuk fasilitas internet, akan diberi akses melalui kabel serat optik, mengingat kontur desa yang berbukit-bukit.
Menurutnya, program pendampingan ke Desa Panusupan, akan dilakukan selama lebih kurang satu tahun. Nantinya, berbagai program diberikan, termasuk sosialisasi kesehatan melalui kesenian lokal daerah.
Dikatakan, pihaknya kini tengah melakukan survei awal, guna melihat kelayakan calon penerima bantuan. Selain itu, survei dilakukan guna menentukan pola bantuan yang dibutuhkan warga setempat.
“Nantinya akan ada kuota 10 unit RTLH. Dengan begitu, di akhir tahun 2023 warga yang berada di jurang kemiskinan bisa dientaskan,” pungkas Galih. (Pd/Ul, Diskominfo Jateng)

Berita Terkait