Warga Dukung Pembangunan SUTET Ungaran-Pedan

  • 09 Nov
  • bidang ikp
  • No Comments

SEMARANG – Pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran-Pedan, mendapat dukungan warga. Mereka berharap, proyek tersebut mendatangkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

 

Hal itu nampak saat sosialisasi SUTET dan Saluran Udara Tekanan Tinggi (SUTT) 150KV kV Ampel Incomer, di Kecamatan Susukan dan Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu di Kabupaten Semarang, Senin (9/11/2020). Saat pertemuan tersebut, warga mendukung pembangunan SUTET yang akan melintasi wilayah mereka.

 

Seperti diungkapkan warga Dusun Pamotan, Desa Susukan. Ia mendukung rencana pembangunan jaringan listrik di tanah miliknya.

 

“Saya punya sawah kering, itu rencananya akan dilewati oleh SUTET. Karena ini juga untuk kepentingan nasional, kami mendukung rencana itu, asalkan jangan sampai merugikan warga yang tanahnya terlintasi,” ujarnya.

 

Terkait isu bahwa jaringan SUTET bisa membahayakan kesehatan, Zainal mengaku tidak khawatir. Karena, ia percaya sebelum dibangun sudah dilakukan penelitian oleh para ahli kesehatan.

 

“Kami percaya (tak berdampak pada kesehatan) karena pembangunan fasilitas ini telah melalui perhitungan dan tidak asal-asalan, jadi tidak berdampak pada kesehatan,” imbuhnya.

 

Warga lain, Muflihatur Rofiah mengaku mempunyai sebidang tanah di Desa Payungan. Walau sempat berat hati melepas properti miliknya, namun melihat pembangunan SUTET untuk kepentingan Negara, ia mendukung penuh pembangunan.

 

“Sebetulnya agak berat (melepas), ibaratnya tanah itu kan tidak semua orang bisa beli. Karena itu mencakup kepentingan umum, saya mendukung diniati untuk ibadah biar pahalanya mengalir,” paparnya.

 

Manajer Sub Bidang Pertanahan dan Komunikasi PT PLN Persero Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II (UIPJBT) Taufiqur Rahman mengatakan, pembangunan jaringan SUTET 500 KV dan SUTT 150 KV dilakukan untuk meningkatkan keandalan listrik Pulau Jawa. Sistem ini, diharapkan memperkuat backbone kelistrikan di jalur tengah yang menghubungkan jalur pantai utara dan sisi selatan Jawa.

 

“Pembangunan SUTET 500 kV diharap dapat meningkatkan keandalan listrik. Kita tahu pada tahun 2019 sempat terjadi black out (padam). Dengan adanya ini bisa jadi cadangan. Misalnya di jalur utara sedang ada pemeliharaan, yang di jalur tengah menuju selatan bisa jadi back up dan menyediakan pasokan, ” ungkapnya.

 

Secara teknis, SUTET 500 KV Ungaran-Pedan akan melewati empat daerah di Jawa Tengah. Di antaranya Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten. Nantinya, jaringan tersebut akan melewati tanah milik warga.

 

Taufiq menjelaskan, tapak tower SUTET 500 kV berdimensi 28×28 meter yang paling besar 39 x 39 meter. Adapun, tapak tower SUTT 150 kV minimal 15×15 meter hingga┬á 25×25 meter.

 

Ia menambahkan, nantinya juga akan dibangun Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) dan Gardu Induk (GI), yang selanjutnya membagi listrik kepada konsumen. Dikatakan Taufiq, dengan adanya jaringan tersebut, akan menarik pelaku industri massal yang membutuhkan kelancaran pasokan listrik.

 

Kepala Bina Pengadaan Tanah dan Penetapan Tanah pada Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Djarot Sucahyo berharap, warga aktif dalam proses pengadaan tanah untuk tower SUTET. Selain itu, ia juga mengimbau agar tidak mempercayai oknum calo tanah.

 

“Ketika pengukuran masyarakat diharapkan untuk menunjukan batas-batas tanah miliknya, mempersiapkan data yuridis berupa KK, KTP dan bukti kepemilikan. Apabila ada hal yang kurang jelas sampaikanlah pertanyaan kepada pihak berwenang, seperti kades, camat, tim dari provinsi maupun PLN,” pungkas Djarot. (Pd/Ul, Diskominfo Jateng)

 

 

Berita Terkait