Senam 3 Ends, Tak Sekadar untuk Kebugaran

  • 23 Oct
  • bidang ikp
  • No Comments

SEMARANG – Senam aerobik atau maumere sudah tidak asing bagi masyarakat. Namun pernahkah Anda mendengar senam Three Ends?
Ya, senam Three Ends merupakan senam yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari gerakannya, mungkin tak beda jauh dengan  senam lainnya. Namun, liriknya yang sarat makna membuat senam yang hanya berlangsung sekitar tiga menit itu bisa membekas di masyarakat.
Dengar saja lirik pada reff yang diputar beberapa kali dalam satu lagu.
“Stop kekerasan pada perempuan.
Stop kekerasan pada anak kita.
Stop ketidakadilan tuk mereka.
Bersama kita pasti bisa.
Lalala perempuan bahagia.
Lalala anak-anak ceria
Lalala semua bahagia
Menuju Indonesia hebat”
Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah Yudiarsi mengungkapkan senam Three Ends bertujuan membangun kebersamaan dan pemahaman untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pasalnya, saat ini kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi.
“Di dalam senam Three Ends, terkandung pesan tiga hal yang harus diakhiri. Yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri kesenjangan ekonomi perempuan,” ujar Yudiarsi usai menjadi instruktur Senam Three Ends di Halaman Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (23/10/2019).
Ditambahkan, senam tersebut terus dikenalkan, setidaknya dimulai dari SKPD Pemprov Jateng, karena pihaknya meyakini sosialisasi dalam bentuk gerakan senam akan lebih mengena pada masyarakat untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dengan gerak dan lagu, membuat badan dan pikiran menjadi lebih sehat. Lagu yang diputar terus akan membuat pesannya mudah diingat.
“Kita berupaya agar tingkat kekerasan di Jawa Tengah bisa berkurang. Kita ingin agar tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak di negara ini,” tuturnya.
Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum mendukung senam Three Ends yang dikenalkan DP3AP2KB kepada jajarannya. Mengingat pentingnya pesan yang disampaikan, dia mendorong senam tersebut dilakukan setidaknya seminggu sekali di Kantor Diskominfo, melengkapi senam stroke dan aerobik yang selama ini sudah berjalan.
“Nantinya, dalam satu minggu kita ambil satu hari untuk melakukan senam Three Ends dan empat harinya kita gunakan untuk senam cegah stroke. Saya ingin agar seluruh pegawai Diskominfo dapat menjaga tubuh dari stroke, sekaligus menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Riena juga menegaskan perlunya perlindungan data perempuan dan anak di dunia maya. Dia menunjuk hasil Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti beberapa hari lalu, yang mengangkat isu perlunya perlindungan anak dan data pribadi di dunia maya. Terlebih, sejak diluncurkannya tol langit oleh Presiden RI.
“Data pribadi dan perlindungan anak harus jadi perhatian kita bersama.¬†Jangan sampai data perempuan dan anak disalahgunakan untuk perdagangan manusia,” tandasnya. (Fh/Ul, Diskominfo Jateng)

Berita Terkait