Semar Mantu Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

  • 24 Oct
  • bidang ikp
  • No Comments

PANGKALPINANG – Tak pernah terbayang dalam benak Kanestren bakal memiliki menantu dari berbagai suku. Terlebih, dengan posisinya sebagai istri Semar, yang juga pamomong di wilayahnya.
Namun, dia tak bisa mengelak saat tiga wanita datang, untuk dijodohkan dengan anaknya, Petruk, Gareng, dan Bagong. Semar pun berupaya meyakinkan Kanestren, jika perbedaan budaya tak berarti membuat keluarga terpecah-pecah.
Amoy dari Kalimantan, akhirnya dijodohkan dengan Petruk, Martinah (Papua) mendampingi Bagong, dan Hamidah (Minang) akhirnya mendapatkan Gareng, meski sebelumnya Gareng sempat menolak dijodohkan.
Cerita tersebut ditampilkan Forum Komunikasi Media Tradisional Kabupaten Magelang, mewakili Provinsi Jawa Tengah, pada¬†Festival Pertunjukan Tradisional (Pertunra) Tingkat Nasional Tahun 2019, di¬†Alun-alun Pangkalpinang, Kamis (24/10/2019). Menampilkan lakon “Mantu”, mereka berusaha menyisipkan berbagai pesan.
Ketua FK Metra Kabupaten Magelang Totok Budiono menjelaskan, keberagaman yang mereka tampilkan menunjukkan kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan berbagai suku yang ada. NKRI tersebut juga tercermin dari singkatan inisial nama lain mereka. N dari nama Nolo Gareng, K dari nama Petruk yang dikenal dengan Kantong Bolong, R dari sapaan Bagong yng merupakan anak Ragil, dan I adalah Ismaya, nama lain Semar.
“Keempatnya disingkat NKRI. Punokawan kami tampilkan karena identitas Jawa Tengah, terlebih Kabupaten Magelang yang terdapat makam Kiai Semar. Punokawan juga Sang Pamomong, di mana kekuasaan ada di tangan rakyat,” ungkap Totok.
Dia yang juga sutradara cerita tersebut mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap penampilan timnya. Bahkan, usai tampil, tak sedikit warga yang meminta berfoto bersama.
“Semoga kami mendapat penghargaan, minimal satu kategori,” harapnya.
Dalam festival tersebut, Jawa Tengah bersaing dengan 10 tim lainnya, yakni Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Papua Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
(Ul, Diskominfo Jateng)

Berita Terkait