DPRD Dituntut Sigap Serap Aspirasi dan Cari Solusi

  • 04 Nov
  • bidang ikp
  • No Comments

SEMARANG – Jajaran DPRD Jawa Tengah terus bertekad menjadi parlemen modern. Kesigapan menyerap aspirasi dan permasalahan masyarakat, kemudian bersama eksekutif mencari solusi, mutlak diperlukan.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dalam acara ‘Diskusi bersama DPRD Jateng’ bertema “Membangun Etos Kerja Legislatif”,¬†yang disiarkan Radio MNC Trijaya FM , di Hotel Gets Kota Semarang, Senin (4/11/2019). Menurutnya, dengan penambahan anggota DPRD dari 100 orang menjadi 120 orang, semestinya dapat memotret permasalahan masyarakat dengan lebih detil, dan lebih mudah menyelesaikannua.
“Sebetulnya dalam organisasi apa pun landasan utamanya adalah tata tertib. Kalau tatib-nya itu tidak mengarahkan anggota DPRD-nya untuk bersikap tertib waktu, dan tertib komunikasi, saya kira untuk menuju parlemen modern akan sia-sia,” kata¬†.
Bambang mengatakan etos kerja diawali dari tata beracara. Hal tersebut akan dituangkan dalam pembahasan dan pembentukan tata tertib, yang menjadi pedoman anggota DPRD untuk lima tahun ke depan.
“Jika berbicara tata tertib DPRD periode sebelumnya, untuk menuju parlemen modern tata tertibnya kami ubah. Setelah regulasi yang baru ini, tahapannya harus sesuai regulasi tidak boleh melenceng dari yang sudah ditentukan,” ungkap pria yang akrab disapa Bambang Kribo itu.
Dikatakan, arah etos kerja bisa terlaksana apabila dilakukan bersama-sama. Artinya seluruh pemangku kepentingan ikut serta mengawasi kinerja DPRD. Sehingga anggota DPRD pun bisa mengubah etos kerja, lebih disiplin, tidak melebihi wewenangnya, serta melaksanakan kewajiban dari hak.
“Hal tersebut bisa terlaksana diawali dari diri anggota DPRD sendiri,” tegasnya.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Oce Madril mengatakan, DPRD atau lembaga legislatif secara umum menghadapi tantangan berat. Sebab, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif tersebut menurun.
“Dengan perubahan etos kerja yang lebih baik, DPRD bisa lebih memaksimalkan tiga fungsinya untuk meningkatkan kinerjanya sebagai wakil rakyat.”
Sementara, pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Wijayanto mengatakan, untuk meningkatkan kepercayaan publik diperlukan perubahan. Sehingga masyarakat kembali percaya wakil rakyat yang dipilihnya.
“Kuncinya adalah komunikasi. Dengan komunikasi yang baik, saya yakin tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif bisa meningkat. Sehingga problematika-problematika yang dihadapi ditengah masyarakat bisa terselesaikan,” tandasnya. (Humas DPRD Jateng/ Diskominfo Jateng)

Berita Terkait