Ancam Keselamatan, Pengguna Jalan Akan Ditindak

  • 05 Mar
  • bidang ikp
  • No Comments

Semarang – Tingginya korban kecelakaan lalu lintas membuat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah lebih fokus pada upaya pencegahan dengan menekankan pada aspek keselamatan. Salah satunya melalui Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018.

Saat Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Operasi Keselamatan Lalu Lintas, di Lapangan Mapolda Jateng, Senin (5/3), Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum mengungkapkan, korban meninggal akibat kecelakaan di provinsi ini per tahun sekitar 4.200 orang. Jika digabungkan dengan korban luka bisa mencapai 28 ribu orang, dengan kasus tertinggi di daerah pantura seperti Kabupaten Batang, Pati, Pemalang.

Berkaca dari banyaknya kasus tersebut, pihaknya terus melakukan upaya agar pengguna jalan lebih tertib berlalu lintas. Operasi Candi yang diselenggarakan tahun ini pun ditekankan pada aspek keselamatan, di mana dengan lebih tertib berlalu lintas, diharapkan dapat meminimalisasi kejadian kecelakaan. Apalagi, kecelakaan bisa menjadi penyebab kemiskinan.

“Kepala rumah tangga yang sehari-harinya bekerja, mendapat gaji, tapi karena kecelakaan akhirnya tidak bisa bekerja dan dikeluarkan dari tempat pekerjaannya, sebab sudah tidak produktif lagi akibat luka berat atau cacat. Otomatis, kebutuhan rumah tangga yang selama ini ditopang oleh kepala rumah tangga ‘hilang’. Itu kalau orang tuanya, kalau yang menjadi korban anak-anaknya apalagi sampai dia pengobatan cukup lama biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit,” bebernya.

Ditambahkan, ada beberapa pelanggaran yang bisa dilakukan upaya persuasif. Namun ada pula pelanggaran yang berpotensi terjadinya kecelakaan, sehingga harus dilakukan upaya penindakan. Seperti, menerobos lampu merah, kendaraan bak terbuka yang digunakan mengangkut orang, serta penggunaan telepon genggam saat berkendara.

“Kalau kita tidak menindak, ditakutkan terjadi kecelakaan di tempat lain,” kata Condro Kirono.

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2018, Kapolda juga akan menurunkan timnya untuk memantau anggota terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan maupun penyalahgunaan wewenang. Jika ditemui penyimpangan, akan diproses baik disiplin maupun kode etik.

Diakui, penanganan keselamatan berlalu lintas tak hanya bisa dilakukan oleh pihak kepolisian. Namun, butuh keterlibatan banyak pihak dan instansi. Untuk itu pihaknya terus meningkatkan sinergi dengan stakeholder terkait, dalam penanganan keselamatan berlalu lintas. Misalnya, menyangkut manajemen lalu lintas dengan leading sector Bapennas dan lembaga di bawahnya, keselamatan jalan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi di provinsi dan kabupaten/ kota, dan sebagainya.

Sebagai informasi, apel tersebut dihadiri Wakapolda Jateng Brigjen Pol Drs Indrajit SH, As Ops Kodam IV/ Diponegoro Kol Inf Anggit Exton Yustiawan, Danpomdam IV/ Diponegoro Kol Cpm Rahmad Sapari SIP, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng Ir Satriyo Hidayat, Kepala Diskominfo Provinsi Jateng Dadang Somantri, Kepala Jasa Raharja Jateng Harwan Muldidarmawan, serta pasukan upacara yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. (Ul/Fh, Diskominfo Jateng)

 

Berita Terkait