
PURBALINGGA – Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi melakukan visitasi kepada bayi dibawah lima tahun yang berpotensi terkena HIV/AIDS. Balita tersebut berpotensi dikarenakan ibu dari balita tersebut sudah positif terkena HIV/AIDS (ODHA)
Data dari Komisi Penangulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga, sampai Januari 2018 terdapat 6 balita yang berpotensi HIV/AIDS. 6 Balita tersebut berada di wilayah Mrebet, Karangjambu, Purbalingga, Bukateja, Kutasari dan Rembang,
Dyah Hayuning Pratiwi atau lebih disapa Tiwi mengatakan kasus HIV /AIDS di Kabupaten Purbalingga juga juga terjadi pada balita. Kasus tersebut menjadi keperihatinan bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga dikarenakan. Balita tersebut kebanyakan dikarenakan tertularnya HIV/AIDS dari ibunya.
“Untuk mencegah balita terinfeksi HIV/AIDS, kami sudah meminta jajaran Dinas Kesehatan Purbalingga agar dapat melakukan screening HIV kepada ibu-ibu di Purbalingga yang sedang hamil trimester pertama,” katanya disela-sela kunjungan di Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Jum’at (26/1).
Sekretaris (KPAD) Purbalingga, Heni Ruslanto, mengatakan kunjungan yang dilakukan bertujuan silaturahmi dan memberikan motivasi kepada ibu maupun keluarganya, sekaligus memberikan bantuan nutrisi kepada sang bayi. Dari data KPAD sampai sekarang ada 6 balita yang saat ini berpotensi tertular HIV/Aids oleh ibunya yang menderita HIV/AIDS.
“Ibu yang terkena virus HIV/AIDS sebaiknya tidak memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya. dikarenakan 50 pesen ASI tersebut juga terinfeksi HIV/AIDS. Sedangkan penularan HIV/AIDS, salah satunya melalui cairan ASI,” ujar Heny.
Heny juga menjelaskan ke 6 balita tersebut secara medis belum bisa dinyatakan positif HIV/AIDS namun baru berpotensi, dikarenakan belum dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan HIV/AIDS boleh dilakukan setelah bayi berumur 9 bulan. (PI-2)
