TINGKAT KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN MASIH RENDAH         

19 December 2017
yandip prov jateng

CILACAP- Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji memimpin Rapat Koordinasi Perangkat Daerah Lintas Sektoral Dalam Rangka Menghadapi Natal 2017 Dan Tahun Baru 2018.

 

Rakor yang berlangsung di pendopo Wijayakusuma Cilacap, Selasa (19/12), diikuti Forkompimda Kabupaten Cilacap, seluruh Kepala SKPD dijajaran Pemkab Cilacap, para Camat, Kepala desa, para kapolsek, Danramil, Pimpinan BUMN/BUMN, dan undangan lain.

Pada kesempatan rakor tersebut, dilaksanakan penandatangan Mou antara Pemkab Cilacap dengan BPJS Kesehatan, yang dilakukan oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Purwokerto, Ondrio Nas.  Penandatangan ini terkait dengan masih rendahnya target kepersertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Cilacap. Pada RPJM Nasional ditargetkan pada 1 Januari 2019, kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 95 persen. Sementara di Kabupaten Cilacap hingga saat ini, kepesertaan baru mencapai 62 persen.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Bupati Syamsul Auliya Rahman mengatakan, berkenaan dengan pelaksanaan APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2017, saat ini kita sudah memasuki penghujung tahun anggaran.

 

Untuk itu, Bupati minta berbagai pekerjaan, baik secara fisik maupun administrasi harus ditingkatkan penyelesaiannya. Sedangkan terkait dengan kegiatan pengadaan barang /jasa, kepada Para Kepala SKPD agar mendorong kepada penyedia jasa untuk segera melakukan tahapan pencairan dana sesuai mekanisme yang telah ditentukan, sehingga penyerapan dana dapat optimal dan tidak menumpuk pada hari-hari terakhir pencairan dana. Dengan demikian, serapan anggaran APBD Kabupaten Cilacap tahun 2017 tinggi dan mencapai target yang sudah ditentukan serta lebih baik dari tahun sebelumnya.

Dibagian lain Bupati menyoroti, tentang rendahnya kesadaran masyarakat dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional. Melalui pilar kesehatan, dalam program Bangga Mbangun Desa, kita harus terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

 

Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah melalui program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Filosofi program ini adalah bergotong-royong, saling bahu-membahu untuk menolong saudara kita yang sedang ditimpa kemalangan.  Pelaksanaan program ini bukan tanpa hambatan, salah satu kendalanya adalah masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta JKN-KIS.

 

Bupati menyampaikan, bahwa target Universal Health Coverage program JKN-KIS secara Nasional harus tercapai sebesar 95% pada Januari 2019. Namun kepesertaan program JKN-KIS di Kabupaten Cilacap baru mencapai 62%.

 

Oleh karena itu dibutuhkan sinergitas antar stakeholder terkait agar program ini berjalan dengan baik. Untuk itu, melalui rakor ini saya instruksikan kepada Kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada guna mewujudkan target tersebut.

 

Berkenaan dengan Natal Tahun 2017 dan perayaan pergantian tahun 2018, lanjut Bupati, tentunya harusdiupayakan agar kondusifitas wilayah menjadi perhatian kita bersama, sehingga keamanan di wilayah Kabupaten Cilacap terus terjaga, sehingga segenap Umat Kristiani dapat merayakan Natal Tahun 2017 dengan khidmat dan nyaman.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut,  tentunya dibutuhkan koordinasi yang mantap dan harus terus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparat keamanan di semua tingkatan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.

Berkenaan dengan adanya libur yang menyertai perayaan Natal dan Tahun Baru serta libur siswa sekolah, tentunya sedikit banyak akan berpengaruh pula terhadap mobilisasi masyarakat yang akan melintasi wilayah Kabupaten Cilacap.

 

Meskipun tidak sepadat arus mudik menjelang Idul Fitri, namun menuntut perhatian kita pula. Keamanan dan kenyamanan ketika masyarakat melakukan perjalanan melintasi wilayah Kabupaten Cilacap harus menjadi perhatian kita pula.

 

Disamping itu, yang perlu menjadi perhatian pula adalah kesiapan kondisi jalan-jalan dan jembatan yang ada di wilayah Kabupaten Cilacap, yang pada saatnya nanti akan memegang peranan yang sangat penting sebagai jalur penghubung antar kecamatan, kabupaten maupun provinsi.

 

Terkait dengan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat, Bupati minta agar dipastikan persediaannya cukup, keamanan produk makanan yang akan dikonsumsi terjamin serta terjangkau daya beli oleh masyarakat.

 

Bupati menyampaikan rasa syukur, karena dalam pemenuhan kebutuhan pokok di Kabupaten Cilacap hingga saat ini tidak ditemui adanya gejolak yang menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat.

 

Untuk itu Bupati menegaskan, untuk terus meningkatkan pemantauan di pasaran berkenaan dengan distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat dan lakukan penanganan secara cepat dan tepat manakala muncul permasalahan.

 

Seperti misalnya adanya kenaikan harga kebutuhan pokok di atas harga yang telah ditetapkan atau berkurangnya barang kebutuhan masyarakat di pasaran serta ditemuinya produk yang tidak layak konsumsi di pasaran maupun toko.

 

Hal lain yang perlu menjadi perhatian kita adalah kewaspadaan terhadap daerah-daerah rawan bencana, terlebih dengan tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Cilacap yang dapat menyebabkan terjadinya bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.

 

Untuk itu Bupati minta hal ini terus diwaspadai dan cepat mengambil tindakan yang diperlukan secara cepat dan tepat, lakukan koordinasi dengan aparat terkait serta lapor segera kepada Bupati pada kesempatan pertama apabila terjadi bencana.

 

Kedepan, lanjut Bupati, tantangan kita masih besar, terutama di Tahun 2018 yang akan menjadi tahun demokrasi bagi masyarakat Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Cilacap.

Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018 serta dimulainya Tahapan Pemilihan Umum Tahun 2019 serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 tentunya menuntut perhatian kita untuk dapat menyukseskannya.

 

Untuk itu, Bupati minta kepada segenap jajaran terkait dari tingkat Kabupaten sampai ke tingkat wilayah yang paling bawah untuk bahu membahu bekerja secara terkordinatif, lapor segera manakala muncul permasalahan yang akan menimbulkan kerawanan politik.

Pada kesempatan rakor, para peserta menerima materi yang disampaikan oleh tiga narasumber antara lain, Materi Keamanan dan Kondusifitas Wilayah yang disampaikan Kapolres Cilacap yang diwakili Kepala Bagian Operasional, Kompol Faisal Perdana, SIK, Ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat yang disampaikan oleh Assisten Ekonomi dan Pembangunan, Dian Setyabudi, serta Materi dari Kepala Dinas Perhubungan, Tulus Wibowo terkait antisipasi angkutan natal dan tahun baru 2018. (hromly)

Skip to content