SOSIALISASI PENDAMPINGAN IBU HAMIL DI KABUPATEN SRAGEN

  • 21 Jul
  • dev_yandip prov jateng
  • No Comments

SRAGEN – dalam rangka untuk mencegah peningkatan kematian ibu dan bayi, pemerintah Kabupaten Sragen menyelenggarakan sosialisasi pendampingan ibu hamil di kab. Sragen yang di ikuti oleh kader kesehatan kabupaten Sragen. Kegiatan yang dilaksanakan tiap-tiap eks kawedanan se kabupaten Sragen diawali eks kawedanan Sragen yang bertempat di Dinas kesehatan kabupaten Sragen pada hari ini (19/7/2017).

Dalam kegiatan  tersebut dihadiri oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan ketua TP PKK kabupaten Sragen Ny. Retna Susanti sebagai narasumber dan dengan peserta sebanyak 200 orang kader kesehatan yang berasal dari kec. Puskesmas Sragen, Kedawung I dan II, Masaran I dan II, Sidoharjo dan. Karangmalang.

Plt. Kepala dinas kesehatan dr. Hargiyanto, mengungkapkan “Sebagai gambar jumlah kematian ibu di kabupaten Sragen tahun 2015 sebanyak 15 kasus, tahun 2016 sebanyak 17 kasus dan tahun 2017 per 1 Juli sebanyak 8 kasus”.

“Tujuan dari kegiatan ini secara umum untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup serta pencegahan kematian ibu dan bayi, secara khusus meningkatkan partisipasi dan peran masyarakat untuk menekan AKI/AKB, meningkatkan komitmen stakeholder dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan angka kematian ibu dan bayi di kab. Sragen,” papar Dr. Hargiyanto.

Bupati Sragen mengatakan, “ibu-ibu yang hamil di kabupaten Sragen harus dipantau setiap hari untuk menjamin kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga, target tahun 2017 kematian ibu dan anak di kabupaten Sragen tidak lebih dari 10 kasus ┬átetapi sampai per tanggal 1 Juli 2017 sudah 8 kasus, maka semua kader kesehatan, tenaga medis, tokoh masyarakat, dan juga masyarakat harus turut serta untuk memantau, mengawasi, memotivasi dan peduli kepada ibu hamil kabupaten Sragen ┬ábaik di kabupaten Sragen maupun yang sudah pindah keluar kabupaten Sragen”.

“Oleh karena itu agar para bidan dan petugas kesehatan untuk saling koordinasi dengan para dokter dengan tujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di kabupaten Sragen. Dan juga agar para stakeholder, ulama. Kyai dan masyarakat untuk peduli kepada para ibu hamil”, tambah Bupati.

Ketua TP PKK kab. Sragen, Ny. Retna Susanti, menjelaskan tentang upaya yang akan dilakukan dan yang sudah dilaksanakan dalam rangka untuk menurunkan kematian ibu.

Peran Tim Penggerak PKK adalah masa sebelum hamil, masa kehamilan, masa persalinan dan masa nifas, kata Ny. Susanti

“Masa sebelum hamil, memberikan informasi dengan pendekatan persuasif kepada para remaja, ibu resiko tinggi, usia pernikahan, dan mengatur jarak kehamilan, masa kehamilan memberikan informasi dan perhatian kepada para ibu hamil, masa persalinan memberikan pengarahan dan perhatian apa-apa yang harus dipersiapkan sebelum persalinan, masa nifas peran keluarga untuk memantau perkembangan kesehatan kepada ibu nifas”, terang ketua TP PKK.

lebih lanjut disampaikan, “TP PKK telah melakukan untuk para ibu hamil adalah memberikan informasi usia perkawinan, informasi KB, memberdayakan dasa wisma, pendamping pada ibu hami bersama tim kesehatan”.

kegiatan sosialisasi pendampingan ibu hamil akan dilaksanakan diseluruh eks kawedanan sragen yaitu hari ini eks kawedanan sragen di laksanakan di Dinas Kesehatan dan eks kawedanan gemolong yaitu bertempat Aula KPN Guru Kwangen, pada hari Kamis (20/7) eks Kawedanan Gondang bertempat di Aula Puskesmas Ngrampal dan Eks Kawedanan tangen di Aula Kantor Kecamatan Tangen. ( Humas)/(pj).

 

Berita Terkait