”Rapid Test” Massal di Pasar, Tujuh Pedagang Reaktif

29 May 2020
yandip prov jateng

PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga melalui Dinas Kesehatan menggelar rapid test massal di beberapa fasilitas publik yang ramai pengunjung. Hasilnya, tujuh dari ratusan orang yang menjalani tes, dinyatakan reaktif Covid-19.

“Jumlah sampel yang kami ambil seluruhnya sekitar 300 orang. Dari jumlah itu sebanyak tujuh orang diketahui reaktif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono, di sela-sela kegiatan rapid test massal, Kamis (28/5/2020).

Menurut Hanung, tujuh orang yang reaktif masing-masing didapat dari rapid test di Pasar Bobotsari sebanyak lima orang, dan dua lainnya dari Pasar Bukateja. Semua yang reaktif berasal dari pedagang. Tes cepat secara acak juga dilakukan terhadap orang-orang yang beraktivitas di Pasar Segamas, pasar hewan, pusat penjualan buah Lingga di Jalan Jenderal Soedirman, serta toko penjualan alat rumah tangga di Jalan DI Panjaitan.

“Sampling kami ambil dari pedagang, pembeli, tukang ojek dan karyawan toko di kompleks pasar,” kata Hanung.

Ditambahkan, para pedagang dengan hasil tes reaktif lantas diminta untuk mengisolasi diri dan menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR) Test. Selain itu, pihak Dinkes langsung melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan mereka dengan hasil reaktif, termasuk keluarga masing-masing.

“Standar prosedur yang kami lakukan, terhadap orang yang reaktif saat rapid test, selanjutnya diminta untuk isolasi di rumah sakit dan kemudian dilakukan test PCR,” kata Hanung.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan Pemkab Purbalingga terus bekerja keras untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di Purbalingga. Hal itu karena status Purbalingga sebagai zona merah Covid-19, dengan pasien positif terbanyak kelima se-Jateng

“Pasien covid positif di Purbalingga saat ini sudah 55 orang. Dari jumlah itu memang sudah ada yang sembuh 25 orang. Sisanya satu orang meninggal, dan 28 (orang) masih dirawat. Selain itu, ada 20 (orang) pasien dalam pengawasan yang meninggal sebelum diketahui status Covidnya,” kata Bupati Tiwi saat memantau langsung jalannya rapid test yang digelar mendadak tersebut.

Selain melakukan pemantauan, bupati juga membagikan lebih dari 1.000 lembar masker kain untuk para pedagang, dan pengunjung pasar.

“Kalau untuk Pasar Segamas, Pasar Bukateja, dan Pasar Bobotsari, kesadaran pedagang dan pengunjung sudah mulai membaik. Di pasar hewan banyak yang tidak mengenakan masker, dan banyak pula yang masih berjubel berkerumun,” kata Tiwi.

Penulis: Y/Humas Purbalingga

Editor: Tn/Diskominfo Jateng

Skip to content