Portal Berita
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Pasar Hewan Kembali Dibuka, Semua Wajib Taati SOP
- 10 Aug
- yandip prov jateng
- No Comments

REMBANG – Setelah ditutup selama dua bulan akibat meningkatnya penyakit mulut dan kaki (PMK), Pasar Hewan Pamotan kembali dibuka Selasa (9/8/2022). Kendati begitu, baik pengunjung maupun penjual mesti mematuhi standar operasional prosedur (SOP).
Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat ditemui di rumah dinasnya, Selasa (9/8/2022). Menurutnya, dibukanya kembali pasar hewan tersebut seiring dengan menurunnya kasus PMK yang cukup drastis.
“PMK ini menurun drastis, landai dan tingkat penyebaran sudah mulai sangat terkendali. Sehingga, kami minta untuk dibuka, tetapi dengan syarat harus ada SOP,” jelas bupati.
Disampaikan, SOP tersebut harus dilaksanakan di lapangan, agar ketika pasar hewan dibuka, tidak menjadi tempat penyebaran PMK.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menyebutkan, salah satu SOP tersebut adalah hewan yang diperjualbelikan harus sehat.
“Hewan yang berasal dari luar kota, harus dilengkapi dengan dibuktikan melalui surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), dari dokter hewan yang berwenang,” jelasnya.
Selanjutnya, imbuh Agus, sebelum hewan turun dari armada angkutan, harus diperiksa di posko. Petugas gabungan yang bersiaga di posko, terdiri atas tim medis, paramedis, personel TNI, Polri, dan petugas penyemprot disinfektan.
Ditambahkan, petugas juga akan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap pedagang, pemilik hewan, dan hewan ternak. Tak hanya itu, kendaraan pengangkut hewan juga harus mau disemprot disinfektan oleh petugas.
Agus menjelaskan, berdasarkan data di Dintanpan, per 7 Agustus 2022, terdapat 913 kasus. Jumlah tersebut jauh menurun dibanding dua bulanan lalu yang capai 5 ribu-an kasus.
“Total kasus selama ini, ada 5.909 kasus, sembuh 4.921 kasus, mati 24 kasus. Sedangkan untuk jumlah ternak yang tervaksin, berdasarkan data di Dintanpan berjumlah 6.001 dosis,” jelasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya dua pasar hewan di Rembang, yaitu Pasar Hewan Pamotan dan Pasar Hewan Kragan, telah ditutup sejak 28 Mei 2022. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK di Rembang, yang menjadi sentra sapi Peranakan Ongole (PO) ini.
Penulis: Mifta, Kominfo Rembang
Editor: Di/Ul, Diskominfo Jateng