KLATEN – Integrasi aplikasi menjadi faktor penting dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah yang berujung pada pembangunan smart city alias kota cerdas. Pengintegrasian aplikasi berarti memperpendek alur layanan publik yang cenderung panjang dan berbelit sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi.
Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Teknik Arsitektur UGM Yogyakarta, Ahmad Djumaedi, dalam acara Bimbingan Teknis Gerakan 100 Smart City di Gedung Sidang Paripurna DPRD Klaten, Selasa (26/6/2019). Menurutnya, perlu inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan komitmen penuh dari pimpinan instansi birokrasi.
“Kata kunci smart city adalah inovasi. Konsep Klaten Smart City ini adalah bagaimana menyajikan perubahan masyarakat secara cerdas. Memangkas alur birokrasi, proses yang cepat dan murah sebagai bagian mewujudkan reformasi birokrasi,” ujarnya.
Ahmad Djumaedi menekankan, penyelenggaraan program Smart City harus memenuhi enam dimensi utama kota cerdas sebagai pemetaan wilayah, yakni smart living, smart governance, smart branding, smart environment, smart economy dan smart society. Keenam dimensi tersebut dapat dilakukan apabila didukung oleh leadership alias komitmen penuh dari para birokrat.
Pentingnya komitmen ini juga diakui Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedi Permadi. Bahkan, selain komitmen terdapat elemen lain yang harus dipenuhi yakni adanya inovasi yang efisien sekaligus tepat guna, alias benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Ditambahkan, percepatan teknologi informasi mendorong munculnya transformasi digital dalam masyarakat. Setiap perubahan teknologi harus disikapi dengan kecerdasan agar tidak terjadi gagap teknologi.
“Setiap perubahan teknologi informasi ini harus disikapi secara cerdas oleh masyarakat dan pemerintah dalam mengelola pemerintahan. Analoginya bukan ikan besar akan memangsa ikan kecil, tapi ikan yang cepat akan memangsa ikan yang lambat,” pungkas Dedi yang juga merupakan Pendamping Program 100 Smart City dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Acara bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan selama dua hari tersebut merupakan bagian dari Gerakan menuju 100 Smart City Kabupaten Klaten. Bimtek dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, Joko Sawaldi, dan dihadiri oleh 400 orang yang terdiri dari para kepala SKPD dan unsur perencanaan, relawan IT, serta akademisi. Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari hasil seleksi kota percontohan implemetasi Smart City oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pada 2017 lalu.
Penulis : Joko Priyono, Diskominfo Klaten
Editor : Tn, Diskominfo Jateng
