KENALKAN WAYANG LEWAT LOMBA

  • 12 Apr
  • dev_yandip prov jateng
  • No Comments

KENDAL – Perkembangan zaman yang semakin canggih membuat kesenian tradisional mulai ditinggalkan oleh generasi-generasi muda. Guna mencegah agar kesenian dan kebudayaan tradisional yang menjadi ciri khas bangsa agar tetap lestari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal menggelar Lomba Kenal Wayang Tahun 2017, di SDN 2 Karangsari, Selasa (11/4).

Lomba ini sendiri merupakan yang kesembilan kalinya digelar hingga tahun ini.┬áKepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Drs. Agus Rifai mengatakan diadakannya lomba kenal wayang dengan tujuan agar anak-anak didik SD tidak melupakan kesenian budaya asli Indonesia. Khususnya dalam seni wayang yaitu untuk wayang kulit. Mereka yang berhasil meraih juara akan mewakili tingkat Kecamatan untuk selanjutnya bertanding di tingkat Kabupaten. “Juara dari lomba kenal wayang tingkat Kecamatan ini nantinya akan mewakili ke tingkat Kabupaten pada 25 April mendatang,” ujarnya.

Menurut Rifai, lomba tersebut dilakukan melalui beberapa tahap, yang dilaksanakan dengan menggunakan konsep mirip cerdas cermat. Lomba dimulai dari tes tertulis yang wajib dijawab dan dilanjutkan tes tertulis dengan nilai 10 untuk setiap soalnya. Peserta berjumlah 123 siswa, dimana masing-masing sekolah diminta untuk mengirimkan peserta sebanyak tiga orang siswa.

“Enam peserta terbaik akan diambil untuk kembali diadu pengetahuan mereka dalam lomba kenal wayang. Untuk materi lomba sendiri meliputi kisah dan tokoh-tokoh yang ada di Mahabharata seperti Pandawa dan Kurawa, serta Ramayana yaitu Rama, Shinta, Rahwana dan Kumbakarna. Selain itu nantinya juga akan ada tes terkait tembang-tembang campursari dan Jawa,” terangnya.

Kepala SDN 2 Karangsari, Rommaenur SPd MPd mengungkapkan jika ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya di tingkat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pesertanya berasal dari 41 SD Se-Kecamatan Kendal. “Bertindak selaku tuan rumah kami telah mencoba mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, yang melibatkan para penjaga dan guru. Kami berharap semua siswa, khususnya peserta lomba, nantinya akan lebih mencintai budaya sendiri, termotivasi, serta lebih tertantang untuk mengenalnya lebih jauh lagi,” paparnya. ( Kontributor Kendal / heDJ )

Berita Terkait