KABUPATEN WONOSOBO BERKOMITMEN KUAT UNTUK ELIMINASI CAMPAK DAN RUBELA

  • 10 Aug
  • dev_yandip prov jateng
  • No Comments

WONOSOBO-Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen kuat untuk mewujudkan eliminasi penyakit campak dan mengendalikan penyakit rubela serta kecacatan bawaan akibat rubela (congenital rubella syndrome) di Indonesia yang  ditargetkan oleh Pemerintah Pusat tercapai di Tahun 2020 nanti.

Rabu (9/8) bertempat di aula Kecamatan Kaliwiro menjadi titik awal komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Kesehatan dan Dinas terkait dengan menggelar Pencanangan kampanye dan introduksi imunisasi campak dan rubela atau Measles Rubella (MR).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Junaidi untuk mewujudkan eliminasi dan pengendalian kedua penyakit ini ditempuh dengan strategi secara nasional yaitu dengan memberi imunisasi campak dan rubela tambahan kepada anak usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 Tahun.

Junaidi mengatakan nantinya kegiatan ini akan diikuti dengan peralihan pemakaian vaksin campak menjadi vaksin campak rubela ke dalam program imunisasi.

Junaidi menjelaskan kegiatan ini Dilaksanakan dalam dua tahap yang akan dilaksanakan di bulan Agustus ini, yaitu tahap pertama pemberian imunisasi campak rubela kepada anak di seluruh jenjang pendidikan, dimulai dari PAUD sampai dengan SMP/MTs. Dan tahap kedua pemberian imunisasi untuk anak-anak di luar lingkungan sekolah usia 9 bulan hingga usia kurang dari 15 tahun yang dipusatkan dipos pelayanan imunasai dan juga posyandu yang tersebar di seluruh Desa di wilayah Kabupaten Wonosobo.

“Agar eliminasi campak dan pengendalian rubela dapat terwujud dan tercapai pada Tahun 2020 nanti, ┬ámaka kampanye imunisasi campak rubela ini harus mencapai cakupan minimal 95%”, tegas Junaidi. Oleh karena itu imunisasi tambahan ini perlu dilakukan dengan harapan nantinya akan terbentuk generasi yang kuat dan kebal dari kedua penyakit ini. Sehingga Indonesia umumnya ┬ádan Wonosobo kususnya bisa terbebas dari penularan kedua penyakit ini.

Sementara itu Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengingatkan ada dua faktor yang saling berkaitan yakni pendidikan dan kesehatan. Salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, sebagai alat (means) sekaligus tujuan dari pembangunan itu sendiri, dan hal ini akan terwujud dengan adanya kesehatan dan pendidikan yang berkualitas pula. “Kesehatan merupakan pengawal pertumbuhan generasi penerus bangsa”, demikian kata Bupati.**Kontributor Humas Wonosobo**

Berita Terkait