DWP Blora Bagikan Paket Sembako Sambil Sosialisasikan Pencegahan Covid-19

09 April 2020
yandip prov jateng

BLORA – Pandemi Covid-19 mulai dirasakan dampak ekonominya oleh masyarakat. Terlebih sejak adanya imbauan untuk tetap di rumah saja, membuat sejumlah pekerja harian mengalami penurunan pendapatan, salah satunya tukang becak dan pedagang kecil.

Kondisi ini menginspirasi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blora untuk memberikan bantuan kepada kaum terdampak pandemi Covid-19, Rabu (8/4/2020). Kegiatan penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Blora  Ratnasari Irawadi.

Tim selanjutnya menyebar, menuju sejumlah titik jalan protokol untuk memberikan paket bantuan sembako. Satu per satu pengurus DWP menghampiri para tukang becak, tukang sampah, masyarakat miskin dan tukang ojek online yang sedang mangkal di tepi jalan.

“Sementara ini ada 75 paket bantuan sembako yang kita salurkan untuk masyarakat kecil. Paketnya berupa beras, minyak, telur, sabun dan masker. Semoga bisa membantu mengurangi beban kehidupan mereka karena sepinya pelanggan atau pembeli,” ucap Ratnasari Irawadi.

Selain membagikan sembako, menurutnya DWP juga memberikan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada para penerima paket bantuan. Agar selalu melakukan budaya hidup sehat, selalu cuci tangan pakai sabun, dan memakai masker ketika keluar rumah.

“Kegiatan ini bisa terlaksana berkat kerjasama dengan seluruh anggota DWP Kabupaten Blora. Kami mengucapkan terimakasih juga atas arahan Penasehat DWP, Ibu Umi Kulsum. Semoga kedepan DWP bisa terus berkontribusi membantu pemerintah daerah,” tambahnya.

Salah satu tukang becak Suratno yang menerima bantuan menyampaikan terimakasih atas sembako yang diberikan.

“Terimakasih kepada ibu-ibu yang tadi menghampiri saya dan memberikan kantong berisi beras, minyak, telur dan lainnya. Alhamdulillah senang rasanya. Apalagi saat ini saya sepi penumpang, jarang ada yang memesan becak seiring gencarnya Corona,” ungkap Suratno.

Suratno berharap kondisi ini bisa segera pulih sehingga perekonomian masyarakat kecil bisa kembali normal, khususnya bagi para tukang becak. Karena biasanya antar jemput anak sekolah, kini tidak bisa dilakukan karena semuanya libur.

Penulis : Tim Liputan Prokompim Blora

Editor : Di, Diskominfo Jateng*P

Skip to content