Perbaikan Jembatan Juwana Akibatkan Macet, Ganjar Minta Maaf dan Harapkan Masyarakat Sabar

  • 11 Jan
  • bidang ikp
  • No Comments

PATI – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan Pantura Pati-Rembang, karena pembangunan jembatan Juwana mengganggu jalur transportasi. Ia memastikan akan terus memantau proyek jembatan Juwana agar selesai sesuai target, yakni April 2023.
“Kami minta maaf karena jalur transportasinya harus dipindahkan dulu. Mohon dukungan masyarakat, sabar dulu hingga April. Mereka (pelaksana proyek) akan mempercepat, insyaallah April selesai, dan nanti lancar lagi,” kata Ganjar seusai mengecek progres pembangunan jembatan Juwana, Kabupaten Pati, Rabu (11/1/2023).
Sejauh ini, ucap Ganjar, progres pembangunan jembatan Juwana cukup bagus. Hanya, proses pembangunan sempat terkendala tingginya debit air Sungai Silugonggo.
“Kerjanya cukup bagus. Sedikit terganggu karena airnya meningkat, tetapi secara teknis mereka menguasai proses atau cara pengerjaannya,” sambung dia.
Untuk diketahui, Jembatan Juwana sisi utara sempat terbakar pada Mei lalu. Imbasnya, kondisi melengkung, dan jembatan yang berusia 50 tahun lebih itu ditutup. Pembangunan jembatan sempat akan dilakukan pada Juni 2022 lalu, namun, tertunda karena belum siapnya jalur alternatif. Hingga pada akhirnya Juli 2022, proses pekerjaan bangunan Jembatan Juwana sebelah utara dilakukan.
Keluhan terkait pembangunan jembatan Juwana yang membuat macet jalur Pati-Rembang, sempat viral di media sosial pada November 2022 lalu. Video yang viral itu mengeluhkan pembangunan Jembatan Juwana yang tidak kunjung selesai. Dalam video itu juga dituliskan perbandingan dengan solusi kemacetan akibat pembangunan Jembatan Wonokerto, Demak, dengan melewati tol Semarang-Demak.
Ganjar dalam pengecekan pembangunan jembatan Juwana pada awal Desember 2022 sempat mengatakan, pengerjaan Jembatan Juwana berbeda dibanding Jembatan Wonokerto. Percepatan di Jembatan Wonokerto dapat dilakukan karena tinggal pengecoran, sementara proses di Jembatan Juwana masih cukup panjang, sehingga perlu didorong. Ganjar juga meminta agar jalur alternatif diefektifkan untuk mengurai kemacetan. (Humas Jateng)*ul

Berita Terkait