SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengentaskan warga dari kemiskinan, dan mengurangi angka pengangguran. Salah satunya, dengan memberikan bekal pelatihan keterampilan.
Di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (Biptak) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, calon pekerja digembleng skill yang sesuai dunia usaha. Alhasil, 99 persen lulusannya langsung terserap ke dunia industri.
Kepala Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (Biptak), Sri Purwanti, mengatakan, fasilitas itu menyediakan pelatihan gratis. Syaratnya, mereka ber-KTP Jawa Tengah, berusia minimal 18 tahun, dan mau bekerja.
“Pelatihan di sini gratis. Kita jemput, kita latih selama 20 hari, mendapat makan tiga kali sehari, penginapan, bahan praktik. Di samping hard skill, kita juga memberikan soft skill. Sesudah berlatih selama 20 hari, kita tempatkan di perusahaan,” ujarnya, di gedung Biptak di Tambakaji-Ngaliyan, Jumat (1/8/2025).
Selain cuma-cuma, sebagian besar peserta pelatihan berasal dari keluarga tidak mampu. Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen peserta terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pada pelatihan alas kaki angkatan 7 dan 8 kali ini, diikuti 50 peserta. Nantinya, mereka akan ditempatkan di berbagai pabrik, di Brebes, Batang, dan Ungaran.
“Tahun ini peserta sekitar 750 orang. Kalau tahun lalu pesertanya 1.300 orang dan 99 persen diterima di industri. Target kita sebenarnya hanya 85 persen diterima, tapi selama ini, kurang lebih 3 tahun, 99 persen itu diterima di industri. Artinya ini juga upaya untuk mengurangi pengangguran di Jawa Tengah,” imbuhnya.
Peserta pelatihan Lalita Indriani menyatakam bahagia dapat mengikuti pelatihan itu. Dia berharap, dapat membantu perekonomian keluarganya.
“Saya anak tunggal, jadi saya di sini untuk membantu ekonomi keluarga. Di sini saya memperoleh ilmu, kemudian fasilitas asrama, makan gratis, kemudian sertifikat, dan setelah selesai disalurkan ke pabrik terdekat dengan domisili kita,” papar warga Brebes itu.
Peserta pelatihan asal Batang, Aska menambahkan, beruntung bisa mengikuti pelatihan. Dia berharap, setelah bekerja dapat membantu perekonomian keluarga, menabung, dan melanjutkan studi di perguruan tinggi.
“Saya sulung dari empat bersaudara, jadi setelah bekerja nanti, saya ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga,” pungkas warga Kecamatan Bandar itu. (Pd/Ul, DiskominfoJateng)
