Pandemi Covid-19 Ingatkan Keesaan Tuhan dan Persaudaraan Manusia

01 October 2020
ikp

SEMARANG – Hari Kesaktian Pancasila merupakan momen tepat merajut kembali persatuan dalam keberagaman, di tengah pandemi Covid-19. KH Mustofa Bisri mengingatkan, elemen masyarakat bersama pemerintah dan tokoh agama agar saling memberi tauladan serta bahu membahu, di saat sulit seperti ini.

Hal itu diungkapkan Gus Mus, sapaan akrabnya, dalam acara Jawa Tengah Kampung Bhineka, Kamis (1/10/2020). Acara daring yang dihelat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah itu, juga menghadirkan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dan Rektor Undip Yos Johan Utama.

Gus Mus mengatakan, pandemi merupakan bagian dari ujian Tuhan, untuk mengingatkan kembali manusia. Hal itu pula sebagai pengingat, founding father Indonesia, telah merumuskan Pancasila yang juga mengesakan Tuhan.

“Ini merupakan pelajaran yang mengingatkan pada Tuhan. Ia yang paling perkasa dan kuasa adalah Allah. Ingatkan persaudaraan, bahwa kita adalah anak cucu Adam, baik warna kulit kita hitam, coklat, kuning, kita adalah saudara,” ujarnya, melalui sambungan Zoom.

Lebih dalam lagi, Gus Mus menyinggung peristiwa sejarah di saat Presiden Soekarno memperkenalkan Pancasila di Sidang PBB, ke XV tahun 1960. Di forum internasional itu, filosofi lima sila, yang merupakan akar bangsa Indonesia, diapresiasi bangsa lain.

Sebagai tokoh agama Islam, Gus Mus mengajak agar pengajar, ustaz maupun kiai-kiai ikut memberi contoh penerapan protokol kesehatan. Hal itu merupakan ikhtiar saling menjaga yang mengiringi doa, agar pandemi segera usai.

“Gus Yasin dan saya memberi contoh dan nasihat (memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan) kepada orang yang mau mendengar kiai. Kita memakai masker demi kepentingan bersama. Kiainya memberitahu saat tahlilan silakan, tapi taat protokol kesehatan,” imbuh Gus Mus.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mengatakan, segala upaya telah ditempuh pemerintah untuk menekan persebaran Covid-19. Namun segala kebijakan, perlu keikutsertaan aktif dari masyarakat.

Ia menyebut, selain kampanye penerapan protokol kesehatan, Pemprov Jateng pun melakukan refocusing APBD guna menanggulangi Covid-19.

“Kami rangkul kiai untuk menerapkan protokol kesehatan. Terima kasih kepada Mbah Mus (Gus Mus) yang hingga saat ini belum menerima banyak tamu, dan banyak menyampaikan sentilan (nasihat) kepada pemerintah,” papar Gus Yasin.

Selanjutnya, Wagub berharap agar seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah bersatu untuk mengalahkan Covid-19.

“Ayo bergotong royong. Semoga dengan hari Kesaktian Pancasila, menjadi motivasi untuk mengembalikan kebersamaan di Indonesia,” urainya.

Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan, seluruh sendi kehidupan termasuk dunia pendidikan terpengaruh oleh Covid-19. Namun, itu tak menjadikan alasan untuk tidak mengembangkan semangat edukasi.

“Kami bekerja sama dengan Pemkot Semarang, mengembangkan robot untuk membantu tenaga medis mengantarkan obat ke pasien Covid-19. Hal itu untuk mengurangi interaksi tenaga medis dengan pasien, sehingga terhindar dari paparan virus,” pungkas Yos.

Acara Jateng Kampung Bhineka, diikuti 500 orang peserta secara daring, dan 50 orang peserta nondaring. Mereka berasal dari berbagai daerah.

Satu di antaranya Penina Melia Sitepu dari Medan. Ia mengatakan, Covid-19 memang menghalangi berbagai temu muka. Namun hal itu bisa dijembatani oleh temu daring.

“Di Jateng itu miniatur Indonesia, saya merasakan keberagamannya merupakan simbol dari kebhinekaan. Kami selama Covid-19 mengadakan bantuan sosial lintas suku, untuk saling membantu sebagai cerminan sila kelima Pancasila,” tutur gadis Batak tersebut. (Pd/Ul, Diskominfo Jateng)

Skip to content