Dipesan Ganjar, Pembangunan “Flyover” Ganefo Bakal Libatkan 20-30 Persen Tenaga Lokal

  • 29 Sep
  • bidang ikp
  • No Comments

SEMARANG – Pembangunan flyover Ganefo Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak akan segera dimulai tahun ini. Hal itu seiring penandatanganan surat perjanjian kontrak paket pembangunan tersebut, Selasa (29/9/2020).

 

Penandatanganan perjanjian disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang rapat lantai 2 Gedung A Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula Bupati Demak HM Natsir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono, pihak kontraktor, dan pengawas.

 

GM Divisi III Infrastruktur PT Brantas Abipraya, Dody Perbawanto mengatakan, proses pembangunan sesuai perjanjian akan selesai dalam waktu sekitar 515 hari. Untuk tenaga kerja, pihaknya akan melibatkan sekitar 20-30 persen masyarakat lokal.

 

“Iya, tadi pesan Pak Gubernur untuk melibatkan masyarakat lokal dalam padat karya. Nanti sekitar 20-30 persen kami menggunakan tenaga masyarakat lokal,” ujar Dody.

 

Namun, pihaknya juga mempertimbangkan kualitas proyek tersebut. Sehingga 20-30 persen tenaga masyarakat lokal akan diposisikan di luar konstruksi utama.

 

“Memang ada yang harus dikerjakan oleh tenaga ahli atau teknisi, karena proyek ini memiliki teknologi tinggi. Sehingga tenaga lokal nanti akan diposisikan di luar konstruksi utama. Ini untuk mempertimbangkan kualitas bangunan,” terangnya.

 

Tenaga lokal, lanjut Dody, nantinya bisa diposisikan untuk tahapan finishing dan di bawah jembatan.

 

“Iya ada minor pekerjaan yang nanti dikerjakan tenaga lokal. Finishing dan di bawah jembatan,” imbuhnya.

 

Saat ini, proyek dengan nilai kontrak fisik Rp109.037.051.000 tersebut dalam tahapan pengalihan arus lalu lintas, survei, dan tes pondasi. Flyover Semarang-Godong tersebut nantinya sepanjang sekitar 600 meter.

 

“Biar nanti tidak terlalu macet saat dilakukan pembangunan. Kami juga tes kondisi tanahnya terutama untuk pondasi. Ini sekitar satu bulan sebelum membangun konstruksi,” paparnya.

 

Dalam kesempatan itu, Ganjar Pranowo berpesan kepada PT Brantas Abipraya (Persero)-PT Heroni Karya Semesta (KSO) sebagai penyedia jasa untuk melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan.

 

“Proyek ini kita harus optimalkan. Libatkan masyarakat, ajaklah masyarakat kerja. Ikutkan padat karya dalam proyek ini,” katanya.

 

Selain itu, Ganjar juga meminta proyek tersebut dapat selesai tepat waktu, menjaga kualitas dan integritas dalam pekerjaan.

 

“Kualitas harus dijaga, jangan sampai dikorup, kami akan awasi. Karena ini sudah lama ditunggu. Sudah diimpikan masyarakat,” tandasnya. (Wk/Ul, Diskominfo Jateng)

 

Berita Terkait