Di Depan Ribuan Mahasiswa, Gubernur Ahmad Luthfi Berbagi Ilmu Kepemimpinan

08 September 2025
ikp

SEMARANG – Bertemu ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memanfaatkannya dengan memberikan pidato penyemangat. Luthfi banyak menyampaikan perihal kepemimpinan di pemerintahan.

Dia juga memberikan kesempatan sejumlah mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan. Tak ayal, sejumlah mahasiswa dengan antusias menyampaikan pertanyaan kepada orang nomor satu di Jateng tersebut. Mulai dari kepemimpinan, demokrasi, integritas, dan sebagainya.

Menurut Luthfi, menjadi pemimpin harus berjiwa melayani dan membangun kepercayaan dari masyarakat. Semua aspirasi dari masyarakat harus bisa diterima. Model itu sudah berjalan di Pemprov Jateng, dengan membuka layanan aduan daring dengan respons cepat 1×24 jam.

“Semua keluh kesah masyarakat kita layani. Pengaduan langsung juga bisa ke kantor, karena Kantor Gubernur melalui rumah rakyat, siapa pun boleh datang,” jelasnya, di Kampus Unimus.

Luthfi membeberkan, pemimpin di level mana pun, baik provinsi, kabupaten/ kota, maupun desa, harus mampu menyelesaikan masalah masyarakat. Pemimpin juga harus punya kebijakan, yang harus dilaksanakan dan diterima oleh masyarakat.

“Tidak boleh ada intervensi oleh siapa pun, diberikan apa pun, bahkan intervensi secara politik di wilayah kita. Pemprov Jateng sudah menjalankan merit system atau sesuai kapasitas dan kemampuan,” tegas gubernur.

Terkait integritas, Luthfi memberikan analogi, jika ikan itu busuknya dari kepala. Maka seluruh pimpinan di Jawa Tengah harus menjadi contoh, di mana pun dia berada dan bertugas. Bahkan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sudah membuat zona integritas, dan sudah ada pendidikan antikorupsi sampai ke level desa.

“Kita sudah terbuka, di media sosial dan portal-portal yang dapat diakses oleh masyarakat. Transparansi anggaran dapat dilihat, sehingga masyarakat dapat memberikan kritik dan masukan. Ini langkah agar tidak ada korupsi, serta tidak terjadi main bawah meja, main amplop, dan main mata,” tandasnya. (Humas Jateng)*ul

Skip to content