Satpol PP Jateng Juara Nasional Inovasi

  • 07 Dec
  • bidang ikp
  • No Comments

Jakarta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah meraih peringkat pertama nasional Program Inovasi Tahun 2017. Dua inovasi yang menjadi unggulan adalah Satpol PP Goes To School (SGS) dan Program Kader Siaga Tramtib (KST).

Penghargaan Nasional Program Inovasi Tahun 2017 diberikan Menteri Dalam Negeri diwakili Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Eko Subowo kepada Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi saat Pencanangan Gerakan Aparatur Satpol PP Menuju Indonesia Ramah di Hotel Jayakarta Jakarta, Selasa (5/12).

Kepala Satpol PP Sinoeng menyambut baik penghargaan yang diraih tersebut. Tentu hal itu diraih atas kerja sama seluruh jajarannya dengan Satpol PP kabupaten/ kota. Pihaknya memang berupaya melakukan pembenahan dan inovasi agar keberadaan Satpol PP benar-benar membantu warga. Bukan sebagai “algojo” bagi pedagang kaki lima (PKL) seperti anggapan sejumlah masyarakat.

Diterangkan, program Satpol PP Goes To School (SGS) mulai digagas pertengahan 2017, yang terinspirasi dari beralihnya kewenangan pengelolaan SMAN/SMKN ke provinsi. Kegiatan itu diawali dengan FGD dengan menghadirkan banyak pihak terkait di bidang pendidikan, termasuk LSM Peduli Anak, PGRI Jateng, para akademisi, serta stakeholders lainnya.

“Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah) terus mendorong kami bersama teman-teman Satpol PP Kab/Kota di Jateng agar lebih casual dan humanis dalam berinteraksi dan melayani masyarakat. Jadi yang berperan penting justru teman-teman Kepala Satpol PP Kab/Kota. Kami hanya memfasilitasi saja,” katanya.

Ditambahkan, SGS merupakan program kemitraan Satpol PP dengan kawula muda untuk menjadikan Satpol PP sbg sahabat karib para siswa SMK/SMA. SGS juga menjadi alternatif forum untuk berembuk mengenai hal-hal yang tematik, maupun persoalan sosio kultural yang berkembang, khususnya berkaitan dengan ketentraman dan ketertiban umum (Tramtibum).

“Adik-adik SMK/SMA itu kepeduliannya tinggi. Maka kami jadikan mitra yg nge-hits dan ngeksis. Kidz Jaman Now itu peduli,” ujar Sinoeng.

Sementara, katanya, Kader Siaga Tramtib (KST) merupakan wadah kepedulian Tramtibum dari warga desa/kelurahan yg dikoordinasikan oleh Satpol PP. Melalui KST akan mempercepat lapor dan respons terhadap kejadian di masyarakat. Jumlah KST di Jateng saat ini sudah hampir 13.000 orang yang tersebar di desa/kelurahan se-Jateng.

“Setiap desa/ kelurahan diwadahi tujuh sampai sembilan orang relawan dari warga yang di antaranya juga menjadi anggota Satlinmas Desa/ Kelurahan. Jadi dengan KST makin menguatkan jejaring dan gotong royong menjaga kondusivitas lingkungan,” ungkap Sinoeng.

Pihaknya juga berupaya membuka komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai kanal, salah satunya melalui media sosial. Hal itu juga sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus lebih tanggap terhadap komplain yang masuk.

“Kami menggunakan jalur medsos untuk berinteraksi dengan masyarakat agar lebih cepat tanggap terhadap semua komplain. Pelayanan kami tentu masih belum baik, tapi terus kami perbaiki karena banyak yang ikut membantu,” pungkas Sinoeng. (Ul, Diskominfo Jateng)

 

Foto : Satpol PP Prov Jateng

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on LinkedIn

Berita Terkait