Tingkatkan Kepesertaan di Pelosok Desa, Pemkab Kendal Luncurkan Si Mobile KB

01 August 2025
Yandip Jateng Prov (4)

KENDAL – Untuk meningkatkan angka kepesertaan KB, Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan pelayanan KB bergerak Sistem Mobilisasi Layanan Keluarga Berencana (Si Mobile KB), di ruang Abdi Praja Setda kabupaten setempat, Kamis (31/7/2025).

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, tidak semua wilayah memiliki kemudahan dalam mengakses pelayanan KB, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau, karena faktor geografi, transportasi, sosial, dan ekonomi.

“Sebagai bentuk komitmen untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dalam hal ini pasangan usia subur yang belum melakukan KB, Pemerintah Kabupaten Kendal meluncurkan inovasi, dengan memberikan pelayanan KB bergerak berupa Si Mobile KB,” tutur bupati.

Menurutnya, dalam pelayanan KB bergerak melalui Si Mobile KB, tidak hanya membawa tenaga kesehatan dan alat pelayanan KB, tetapi juga menghadirkan edukasi konseling dan pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya KB Intrauterine Device (IUD) dan implan, secara lengkap dan aman, serta gratis.

“Program Si Mobile KB diharapkan dapat memaksimalkan program pelayanan KB, dan menjangkau pelayanan KB bagi masyarakat hingga ke pelosok desa. Dan ini adalah komitmen Pemkab Kendal dalam mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat, tanpa menunggu terlalu lama, kita yang mendatangi para calon akseptor KB di lokasi yang sulit dijangkau,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DP2KBP2PA Kendal, Albertus Hendri Setyawan menyampaikan, jumlah pasangan usia subur di Kabupaten Kendal pada 2024 sebanyak 165.069 pasang, dengan persentase sebesar 70,52 persen yang telah mengikuti program KB Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR), meliputi kondom, suntik, Metode Operasi Wanita (MOW), Metode Operasi Pria (MOP), dan lain sebagainya. Angka tersebut di atas target Pemerintah Kabupaten Kendal, yaitu sebesar 70 persen.

“Artinya apa yang menjadi target dari Pemerintah Kabupaten Kendal, terkait keikutsertaan masyarakat mengikuti program KB Modern ini telah memenuhi, bahkan melebihi dari yang ditargetkan,” ujar Albertus.

Disampaikan, pada 2024, untuk pasangan usia subur di Kabupaten Kendal yang menggunakan MKJP masih relatif rendah, yaitu sebesar 15 persen dari total pasangan usia subur yang ber-KB. Adapun MKJP ini meliputi IUD, implan, MOW atau Tubektomi, dan MOP atau Vasektomi.

Menurut Albertus, MKJP mempunyai keunggulan dibandingkan non-MKJP, di antaranya masa pemakaian lebih lama, lebih efektif, lebih efisien/ekonomis, dan meminimalkan angka kegagalan dalam ber-KB.

“Tentunya MKJP ini lebih memiki keunggulan jika dibandingkan non-MKJP. Maka dari itu, DP2KBP2PA melalui launching program Si Mobile KB, akan lebih mengarahkan pasangan usia subur yang belum ber-KB maupun yang sudah ber-KB, untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang,” pungkasnya.

Penulis: Diskominfo Kendal/Heri
Editor: Di/Ul, Diskominfo Jateng

Skip to content