KOTA PEKALONGAN – Para pelaku penjarahan, di Kompleks Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan, pada Minggu (31/8/3025), diimbau segera mengembalikan barang hasil jarahannya. Identitas mereka dijamin aman dan tidak dipublikasikan.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menegaskan, pihaknya bersama instansi terkait telah mendeteksi beberapa barang yang dibawa oleh oknum penjarah, saat kerusuhan berlangsung. Bukti tersebut diperoleh dari sejumlah video yang beredar luas di media sosial serta rekaman internal.
“Sebetulnya, sudah ada beberapa wajah oknum dan barang yang dibawa sudah terdeteksi lewat video-video yang beredar. Kami pastikan kalau ada warga atau oknum tersebut yang mau sukarela mengembalikan, identitasnya akan kami rahasiakan dan tidak kami proses hukum,” ujar Aaf, sapaan akrabnya, saat memantau kondisi ruangan kantor Setda yang rusak, Senin (1/9/2025).
Menurutnya, langkah persuasif menjadi pendekatan utama, agar para pelaku penjarahan menyadari kesalahannya. Salah satunya, pelibatan pihak kelurahan hingga RT/RW dalam proses identifikasi, sekaligus memberikan imbauan langsung kepada warganya.
“Itu sudah kami infokan ke kelurahan dan perangkat RT/RW. Beberapa RT/RW juga sudah mengidentifikasi anak atau warga, yang membawa barang-barang hasil penjarahan. Mereka akan bergerak mendatangi rumah-rumah tersebut, dengan cara persuasif,” tambah Aaf.
Ia menyebut, barang hasil jarahan bisa dikembalikan di Kantor Polres Pekalongan Kota, Kantor BPKAD Kota Pekalongan, serta kantor-kantor kelurahan terdekat.
Wali kota menekankan fokus pemerintah bukan semata-mata terhadap proses hukum, melainkan terhadap pemulihan kondisi dan pemanfaatan kembali barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
“(Hal) yang terpenting sekarang adalah pemulihan. Kita ingin agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, dan fasilitas yang rusak maupun hilang bisa segera ditangani,” jelasnya.
Wali Kota Aaf yakin, sebagian besar barang yang hilang bisa kembali, sehingga beban kerugian akibat kerusuhan dapat diminimalisasi.
“Kami dari Pemkot Pekalongan juga berkomitmen menjaga kondusivitas daerah dengan melibatkan semua pihak, agar situasi kembali normal,”tukasnya.
DPRD Tetap Bekerja
Sementara, DPRD Kota Pekalongan tetap menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga legislasi, meskipun tidak maksimal karena kondisi gedung yang rusak parah.
Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir, menyampaikan, aktivitas kerja dewan sementara waktu akan dipindahkan ke lokasi lain.
“Untuk rapat paripurna memang belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, terkait pembahasan APBD Tahun 2026 yang sudah masuk tahap pengantar, kami sedang mencari alternatif tempat, mulai dari memanfaatkan gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga mendirikan tenda di halaman sekitar lokasi. Prinsipnya, fungsi DPRD dan pemkot tetap berjalan, meski dalam keterbatasan,” jelasnya, saat ditemui di kantornya, Senin (1/9/2025).
Azmi juga menekankan pentingnya menyelamatkan dokumen-dokumen penting milik DPRD yang berisi berbagai aspirasi masyarakat Kota Pekalongan. Dokumen tersebut mencakup usulan perbaikan jalan, saluran, bedah rumah, rehabilitasi masjid dan musala, peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat lainnya.
“Ini yang harus kami recovery dulu, supaya aspirasi masyarakat tidak hilang. Bagi warga yang masih ingin menyampaikan aspirasinya, kami tetap terbuka dan siap menampung, apalagi momentumnya akan beriringan dengan pembahasan APBD Tahun 2026,” ucapnya.
Ditambahkan, pihaknya prihatin dengan aksi anarkis dan vandalisme yang dilakukan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab, pada Sabtu (30/8/2025). Insiden tersebut mengakibatkan hampir seluruh kompleks Gedung Pemerintah Kota dan DPRD Kota Pekalongan rusak.
“Selama ini, kami selalu terbuka menerima aspirasi masyarakat. Beberapa kali ada aksi orasi damai, kami menyambut dengan komunikasi baik, mendengarkan, dan menyerap aspirasi yang disampaikan. Namun, kemarin jelas berbeda, tidak ada niat untuk berorasi atau menyampaikan aspirasi, melainkan murni tindakan anarkis,” ungkapnya.
Azmi menegaskan, aksi anarkis tersebut bukanlah cerminan masyarakat Kota Pekalongan. Menurutnya, warga Kota Pekalongan selalu mengedepankan cara-cara damai dan santun, dalam menyampaikan aspirasi.
“Yang melakukan ini bukanlah masyarakat Kota Pekalongan. Saya yakin masyarakat kita selalu menyampaikan aspirasi dengan baik dan benar. Tindakan seperti ini jelas dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Azmi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Pekalongan, yang turut mendoakan dan menunjukkan kepedulian pascainsiden yang terjadi di Kota Pekalongan.
“Saya ucapkan terima kasih atas doa dan perhatian masyarakat. Semoga Kota Pekalongan selalu diberikan keselamatan,” pungkasnya.


Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn/Ul, Diskominfo Jateng
