KOTA PEKALONGAN – Tahun ini, sebanyak 347 orang calon jemaah haji (calhaj) dari Kota Pekalongan tercatat siap berangkat ke Tanah Suci. Jumlah tersebut sudah termasuk petugas haji daerah dan petugas pembimbing ibadah haji.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan, R Antono, menyampaikan, ratusan orang calhaj tersebut merupakan hasil akhir dari proses pelunasan, mutasi jemaah, serta optimalisasi kuota cadangan yang berlangsung dalam beberapa tahap.
“Untuk Kota Pekalongan, kuota awalnya kita mendapatkan 368 (orang) jemaah. Namun dalam perjalanannya, jumlah tersebut mengalami dinamika karena adanya jemaah yang mutasi keluar daerah, menunda keberangkatan, hingga tidak mampu melunasi biaya haji,” ungkap Antono saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).
Antono merinci, pada tahap pertama pelunasan, tercatat 285 orang jemaah yang melunasi biaya haji. Dari jumlah tersebut, terdapat 11 orang jemaah mutasi keluar dan 2 orang jemaah menunda keberangkatan, sehingga tersisa 272 orang jemaah. Selanjutnya pada tahap kedua pelunasan, terdapat 26 orang jemaah yang melunasi, tetapi satu di antaranya kembali mutasi keluar, sehingga jumlah jemaah tahap kedua menjadi 25 orang.
“Selain itu, kita juga memiliki jemaah cadangan. Dari 43 orang jemaah cadangan yang menyatakan kesanggupan, sementara ini 34 orang jemaah bisa naik ke kuota reguler, namun satu di antaranya kembali mutasi keluar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Antono menjelaskan, proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berakhir pada 23 Desember 2025, lalu tahap kedua pada 2-9 Januari 2026. Bahkan, pada tahap kedua sempat diberikan masa perpanjangan.
“Untuk Kota Pekalongan, meskipun dibuka perpanjangan, tidak ada tambahan jemaah yang melunasi. Jadi kita tidak masuk dalam perpanjangan itu,” terangnya.
Antono memastikan sebagian besar calon jemaah haji Kota Pekalongan telah mengikuti bimbingan manasik (bimsik) serta menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan. Mayoritas jemaah bergabung melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU).
“Di Kota Pekalongan ada empat KBIHU, yakni KBIHU Kopena, KBIHU Yayasan As-Salamah, KBIHU Aisyiyah, dan KBIHU Al-Fairus. Rata-rata jemaah bergabung di sana, meskipun ada juga yang memilih kelompok mandiri,” paparnya.
Ia merinci, jemaah yang bergabung di KBIHU Kopena berjumlah sekitar 125 orang, Yayasan As-Salamah 56 orang, Al-Fairus 46 orang, dan Aisyiyah 68 orang. Jemaah mandiri terbagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 32 orang dan kedua sebanyak 16 orang.
“Selain bimsik di tingkat KBIHU, Kementerian Haji dan Umroh Kota Pekalongan juga menjadwalkan bimbingan manasik tingkat kota. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan satu kali pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Hotel Dafam Kota Pekalongan,” terangnya.
Lanjutnya, setelah itu, akan dilanjutkan empat kali manasik lanjutan, yakni pada tanggal 11 dan 12 Februari, kemudian tanggal 14 dan 15 Februari 2026.
“Dengan rangkaian persiapan tersebut, kami berharap seluruh calon jemaah haji asal Kota Pekalongan dapat menjalankan ibadah haji tahun 2026 dengan lancar, aman, dan khusyuk, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya.

Penulis: Dian, Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn, Diskomdigi Jateng
